Free songs
  • RSS feed
  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
 
Tag Archives:

sound system jakarta

Home » sound system jakarta

Headphone Types and Differences

Jika ditanya ada berapa jenis headphone, apa perbedaan satu dengan yang lainnya dan mana yang terbaik tentunya perlu penjelasan yang detail mengenai itu semua. Namun di sini hanya akan dijelaskan gambaran umum mengenai headphone dan mana yang sesuai untuk pemakaian sehari-hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Jenis – jenis Headphone

1. Earbuds Headphone

Jenis ini paling umum dikenal sejak era Sony Walkman dan semakin popular ketika Iphone di rilis pertama kali. Earbuds ini sangat murah, kecil dan dengan kualitas suara cukup lumayan sesuai dengan harganya. Namun untuk kalangan audio enthusiast tentunya tidak disarankan karena beberapa alasan seperti suara / noise di luar yang masih terdengar ketika memakainya, tidak nyaman saat digunakan dan desain yang seadanya.

2. In-Ear Headphone

Headphone jenis ini biasanya disertakan oleh produsen smartphone beserta aksesories lain dalam kemasannya. Ringan sekitar 1-1.6 ons termasuk kabelnya. Untuk sebagian besar consumer yang belum mendengar dan merasakan kualitas dari jenis headphone hi-fi, In-Ear Headphone ini cukup digemari. Karena headphone jenis ini cukup nyaman digunakan dan lumayan mencegah suara dari luar seperti kicauan burung, derap langkah kaki, suara knaplot kendaraan bermotor, dan lainnya. In-ear headphone biasanya dilengkapi dengan beberapa ukuran busa silikon baik ukuran small, medium dan large. Yang bisa disesuaikan mana yang paling pas buat kita.

3. On-Ear Headphone

Headphone ini pas menutupi lubang telinga (ear canals), bukan menutupi keseluruhan telinga. Biasanya dengan desain tertutup (closed back) dan dapat digunakan baik indoor maupun outdoor karena desainnya yang ringan / portable, beberapa bahkan dapat dilipat dan pastinya cukup nyaman ketika digunakan. Untuk kualitas suara masih tidak sepenuhnya mencegah suara dari luar telinga masuk. Dan biasanya terasa panas dan bahkan menyebabkan iritasi pada telinga bila digunakan terlalu lama.

4. Over-the-Ear Headphone

Headphone jenis ini terlihat sangat besar bila dibandingkan jenis headphone yang lain. Hal ini karena desainnya yang menutupi seluruh bagian telinga. Oleh karena itu biasanya digunakan untuk kegiatan indoor seperti di rumah, kantor, atau studio. Kelebihan dari headphone jenis ini pastinya isolasi suara yang maksimal, kualitas suara yang mumpuni, bahkan mampu memberikan efek surround sound dan desainnya cukup kuat. Sedangkan untuk kekurangannya harganya yang cukup mahal, desain yang besar sehingga hanya tidak portable karenanya hanya cocok digunakan dalam ruangan. Over-the-Ear Headphone dibedakan menjadi dua jenis lagi yaitu :

  • Closed Back Headphone
  • Open Back Headphones

Closed Back Over-Ear Headphone

Jenis headphone ini paling popular karena kualitas suara yang dihasilkan dan banyak variasi baik dari segi desain juga harga apabila dibandingkan jenis Open Back over-Ear headphone. Jenis ini dapat mencegah suara luar masuk—ambient noise isolation—dan pada saat yang sama menghindari kebocoran dari suara yang kita dengar. Namun karena desainnya yang tertutup mengakibatkan mencegah aliran udara keluar-masuk ke dalam telinga yang agak menyebabkan telinga terasa berkeringat setelah penggunaan yang lama.

Open Back Over-Ear Headphone

Perbedaan paling mencolok dengan Closed Back Over-Ear Headphone yaitu desain pada bagian luar cangkangnya yang terbuka seperti grill jadi terlihat bagian dalam headphone. Desain ini menyebabkan ambient noise dari luar dapat masuk ke dalam cangkang headphone. Aliran udara yang bebas bergerak seakan menciptakan suara yang terdengar lebih hidup dan respon bass yang cukup baik. Karena untuk menghasilkan kualitas bass yang solid headphone membutuhkan aliran udara dari luar. Oleh karena ini semua headphone mempunyai semacam perforasi pada bagian dalam / belakang agar udara dapat bergerak keluar masuk. Open Back Over-Ear biasanya digunakan di ruangan studio karena memiliki akustik ruangan yang cukup baik.

5. In-Ear-Canal Headphone

Jenis ini digunakan masuk sampai bagian tengah / dalam lubang telinga. Suara yang terdengar dari headphone jenis ini langsung dekat dengan gendang telinga dan mengakibatkan keringat berlebihan. Namun Kualitas bass—bass response—sangat bagus. Dan noise isolation juga sangat baik karena desainnya yang menyesuaikan lubang telinga hingga ke bagian dalam dekat gendang telinga. Namun untuk beberapa orang headphone jenis ini terasa kurang nyaman digunakan dan tidak dapat digunakan terlalu lama. Dan harganya yang cukup mahal sesuai dengan kualitas suara yang dihasilkan.

6. Wireless Headphone

Wireless headphone menghubungkan berbagai perangkat seperti smartphone, stereo speaker, televisi, gaming console, computer dan beberapa perangkat electronic lainnya tanpa menggunakan kabel. Teknologi ini bekerja dengan mengirimkan sinyal audio baik melalui sinyal radio frekuensi (RF) atau Infrared Frekuensi (IR). Tergantung jenis headphonenya. Kedua teknologi wireless ini sama-sama bekerja melalui transmitter dan receiver system. Wireless transmitter menghubungkan headphone ke perangkat yang merupakan audio source (smartphone, tv, etc), sedangkan receiver merupakan headphone itu sendiri (built in).

Banyak perangkat yang telah menggunakan teknologi Bluetooth menghubungkan keduanya bahkan beberapa perangkat sekaligus lebih mudah (user friendly). Perangkat dengan teknologi Bluetooth bisa terhubung—mengirim dan menerima data—dengan jarak yang sangat dekat menggunakan transmisi radio. Perangkat dengan teknologi Bluetooth memiliki semacam chip computer kecil yang didalamnya terdapat Bluetooth radio, dan software yang membuat konektivitas antar perangkat memungkinkan. Jadi ketika perangkat seperti smartphone dengan headphone Bluetooth diaktifkan dan / dihubungkan (pairing) dengan jarak kedua perangkat yang cukup dekat, maka kita bisa berbicara atau mendengarkan musik tanpa kabel.

Menghubungkan wireless headphone berbeda satu dengan yang lainnya tergantung perangkat apa yang digunakan. Tapi begitu tahu caranya maka semuanya akan terasa lebih mudah.

Audio Engineer

[Based on wikipedia] An Audio Engineer, also called audio technicianaudio technologistrecording engineersound engineer, sound operator, or sound technician, is a specialist in a skilled trade that deals with the use of machinery and equipment for the recording, mixing and reproduction of sounds. The field draws on many artistic and vocational areas, including electronics, acoustics, psychoacoustics, and music. An audio technician is proficient with different types of recording media, such as analog tape, digital multi-track recorders and workstations, and computer knowledge. With the advent of the digital age, it is becoming more and more important for the audio technician to be versed in the understanding of software and hardware integration from synchronization to analog to digital transfers.

Audio engineering concerns the creative and practical aspects of sounds including speech and music, as well as the development of new audio technologies and advancing scientific understanding of audible sound.

Audio engineering in contrast with the formal engineering discipline known as acoustical engineering. Producer, engineer, mixer Phil Ek has described audio engineering as the “technical aspect of recording—the placing of microphones, the turning of pre-amp knobs, the setting of levels. The physical recording of any project is done by an engineer… the nuts and bolts.”[1] Many recording engineers also invented new technology, equipment and techniques, to enhance the process and art.[2]

  1. ^ “Interview with Phil Ek”. HitQuarters. 25 May 2009. Retrieved Sep 3, 2010.
  2. ^ Daley, Dan, “The Engineers Who Changed Recording: Fathers Of Invention”, Sound on Sound magazine, October 2004

Audio engineers working in research and development may come from backgrounds such as acoustics, computer science, broadcast engineering, physics, acoustical engineering and electronics. Audio engineering courses at university or college fall into two rough categories: (i) training in the creative use of audio as a sound engineer, and (ii) training in science or engineering which then allows students to pursue a career developing audio technologies. The second type of courses necessarily have the significant scientific and mathematical content needed to carry out research and development in audio engineering.[6]

Audio engineers in research and development usually possess a bachelor’s degree or higher qualification in acoustics, physics, computer science or another engineering discipline. They might work in acoustic consultancy, specializing in architectural acoustics.[7] Alternatively they might work in audio companies (e.g. headphone manufacturer), or other industries which need audio expertise (e.g. automobile manufacturer), or carry out research in a university. Some positions, such as faculty (academic staff) require a Doctor of Philosophy. In Germany a Toningenieur is an audio engineer who designs, builds and repairs audio systems.

wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Audio_engineer