Free songs
  • RSS feed
  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
 
Tag Archives:

live streaming

Home » live streaming
latency ms

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Latency Pada Saat Live Streaming Dan Proses Produksi Di Studio

Ketika waktu adalah segalanya

Banyak penyebab latency beberapa di antara di bahas artikel ini, tapi saat di runutkan lebih jauh, semuanya merujuk pada persoalan waktu. Apakah rekaman melalui DI guitar dan bass, miking voice over atau alat musik, akan ada delay ketika antara nada di mainkan atau dinyanyikan, dan ketika didengar melalui monitoring (speaker dan headphone).

 

Pada saat menggunakan perangkat audio digital, seperti usb microphone, kadang kita mengalami penundaan (delay) mulai saat kita mengeluarkan suara ke microphone lalu pada saat mendengar audio melalui speaker komputer atau headphone. Saat kita mengeluarkan suara melalui USB microphone, sinyal analog yang tertangkap oleh komponen dalam microphone butuh waktu untuk di konversi menjadi signal digital agar perangkat komputer dapat membacanya. Setelah komputer mampu membaca sinyal tersebut, dibutuhkan lagi waktu untuk di konversikan kembali menjadi sinyal analog agar bisa didengarkan melalui speaker dan / headphone.

latency

Penundaan yang di alami ini di sebut “latency”. Latency pada dasarnya sejumlah waktu yang dibutuhkan sinyal digital (audio) untuk diterjemahkan. Ini terjadi pada setiap perangkat digital audio dan berhubungan dengan konversi analog – digital / digital – analog (AD/DA). Karena konversi ini membutuhkan waktu, kita sebagai pengguna akan mengalami latency.

 

Tentu, latency bukan hal unik bagi perangkat digital audio—hal ini terjadi secara alamiah tiap saat. Secara matematis, latency terjadi dengan perkiraan 1 ms untuk setiap 1.1 ft  (0.33528 m) suara untuk melakukan perjalanan. Jadi, pada 11 ft (3.3528 m) perkiraan kita mengalami latency selama 10 ms, yang merupakan jumlah / waktu latency yang dapat di deteksi oleh manusia.

 

Dengan digital audio, latency biasanya di asosiasikan dengan USB microphone, USB Turntables dan perangkat digital recording (interfaces). Akan sangat susah untuk memprediksi berapa banyak latency yang akan kita alami pada suatu perangkat, hal ini di karenakan komponen yang digunakan untuk memproses sinyal digital audio cukup banyak. Mulai dari jenis perangkat, komputer hingga software recording yang digunakan menjadi faktor yang akan menentukan latency.

audio latency

Secara alami  terjadinya latency biasanya tidak terlalu menggangu atau menyebabkan masalah serius. Akan tetapi latency pada digital audio, terutama saat di alami Mic USB, cukup menyebalkan dan merusak fokus. Sedangkan pada Turntables USB latency seringnya tidak terdeteksi kecuali kita sangat dekat dengan perangkat turntables hingga terdengar suara (noise) dari permukaan piringan hitam yang sedang diputar. Kita bisa mengurangi kecepatan kita ketika berbicara melalui microphone untuk mencoba menyamakan suara yang kita dengar melalui speaker komputer dan / headphone. Namun hal ini tidak hanya cukup melelahkan, tapi juga memakan waktu produksi. Akan tetapi banyak solusi untuk masalah ini.

latency ms

Berhubungan dengan kemampuan komputer yang semakin cepat dalam memproses data, software recording yang digunakan diharapakan mampu mengkompensasi latency melalui audio / playback “buffer”, yang dapat di atur pada program recording bagian “preferences”. Secara umum, semakin panjang waktu buffer (yang akan menyebabkan lebih banyak latency) memberikan perangkat komputer waktu lebih banyak untuk memproses audio, yang pada akhirnya mengurangi kesalahan potensial. Dan sebaliknya, waktu buffer yang lebih singkat (sedikit latency) berarti waktu proses audio pada komputer semakin cepat, tapi hal ini akan menyebabkan kesalahan potensial pada saat recording. Pelajari buku manual petunjuk penggunaan dari software recording untuk mengurangi latency. Hal lainnya yang dapat dilakukan agar komputer dapat memproses audio secara efisien yaitu dengan menutup aplikasi lainnya pada saat recording. Hal ini ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan (error).

bluetooth latency

Cara lainnya untuk mengurangi latency pada saat menggunakan Mic USB dengan memakai mic yang memiliki output headphone. Hal ini berguna untuk langsung me-monitor audio, sebelum latency terjadi (zero latency monitoring). Beberapa mic seperti Blue Yeti dan Audio Technica AT2020USB+ sudah dilengkapi headphone jack. Untuk mengatur komputer bekerja sesuai dengan output headphone membutuhkan akses pada pengaturan suara (sound setting) dan mengatur input perangkat USB audio / recording dan membuat default soundcard komputer menjadi perangkat output / playback. Lengkapnya silakan pelajari petunjuk penggunaan pada perangkat USB Audio dan software recording untuk instuksi lebih jauh.

 

Semoga bermanfaat …

Audio Setup

4 Tips Sederhana Menghasilkan Kualitas Audio Yang Optimal Untuk Live Streaming

Banyak pertanyaan mengemuka saat kita berbicara apa dan bagaimana mempersiapkan (setup) audio yang optimal  untuk  live streaming ( vlogging, podcasting, webinar, etc ). Ketika membahas audio secara umum maka pilihannya tidak terbatas, dan artikel kali ini akan lebih berfokus kepada aspek audio, yaitu pemilihan dan penggunaan Microphone dan pendukungnya yang tepat pada saat live streaming.

Secara umum ada beberapa tips yang perlu dipertimbangkan agar presentasi efektif seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Namun kali ini hanya akan di bahas 4 tips sederhana menghasilkan kualitas audio yang optimal untuk live streaming tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

 

 

REKOMENDASI PERALATAN

Integrasi audio visual dan teknologi informasi  saat ini memberikan kemudahan  bagi kita dalam menentukan peralatan audio apa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan isi kantong kita. Namun di saat yang sama justru mendatangkan godaan bila kita tidak menetapkan batasan yang pas. Mulai dari perangkat seperti preamps, mixer, audio interfaces, dsb pilihannya tidak terbatas. Tanpa pengetahuan dan batasan yang jelas, kita akan sangat dengan mudah menghabiskan ratusan ribu bahkan s/d puluhan juta Rupiah hanya untuk Microphone.

Jadi saran saya tetapkan batasan, pilih dan coba. Terlalu banyak pilihan biasanya malah membuat kehilangan fokus pada tujuan presentasi / streaming, yaitu pesan tersampaikan dengan jelas. Jadi tetapkan apa yang ideal menurut style juga budget Anda.

Rekomendasi setup microphone paling dasar yaitu memberikan suara yang jernih  dan ‘warm’ tanpa ada gangguan paling tidak se-minimum mungkin dari suara latar yang tidak diinginkan. Yang kedua mudah digunakan, dan terakhir tidak menguras biaya.

Berikut panduan dasar setup audio untuk streaming :

1 Microphone

A. Tipe Microphone

B. Pola Diaphgram

C. Tipe Konektor

2.  Audio Interfaces

3. Aksesories

4. Lingkungan

 

  1. MICROPHONE

A. Tipe Microphone

 Semua microphone merupakan transducers, merubah suara menjadi sinyal electric. Dan yang paling umum digunakan untuk vocal yaitu Condenser dan Dynamic Microphone.

• Microphone Condensor

 

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Menggunakan daya kapasitor untuk menangkap sumber suara. Sangat sensitive dan biasa digunakan dalam studio karena memberikan suara lebih ‘warmer’ pada saat hasil rekaman. Dan membutuhkan -/+48v phantom power untuk digunakan, yang biasa di supplai oleh audio interface atau mixer. Kelebihan ini sekaligus juga memberikan kekurangan apabila digunakan pada ruangan yang secara akustik tidak ideal karena akan menangkap setiap suara yang terjangkau.

 

• Microphone Dynamic

 

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Microphone dynamic kebalikan dari cara kerja loudspeaker , yaitu menggunakan induksi magnetic untuk menangkap suara. Microphone jenis ini lebih kuat namun kurang sensitive dibandingkan microphone condensor. Penggunaanya tidak memerlukan extra power supply dan harus cukup dekat antara sumber suara dengan microphone. Itu kenapa lebih sering digunakan dalam live performance.

Sederhananya, jika membutuhkan akurasi dan kejernihan suara, microphone condensor lebih cocok digunakan. Bila ditambah dengan kondisi akustik ruangan dan penggunaan juga perawatan yang tepat akan memberikan hasil terbaik. Namun bukan berarti tipe microphone dynamic ‘haram’ digunakan pada streaming. Selain lebih murah, penggunaan yang tepat microphone dynamic dengan audio interface dan/ mixer yang memadai juga mampu menghasilkan suara yang baik.

 

B. Pola Microphone

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Figure no. 1

 

Microphone menangkap suara dengan pola yang berbeda – beda sesuai dengan fungsinya. Untuk vokal paling ideal pola cardiod ( bentuk hati—figure no. 1). Menangkap suara sangat direksional, yaitu suara yang keluar dari mulut sekaligus menolak suara dari samping dan belakang diaphgram microphone.

 

C. Konektor Microphone

Pertanyaan paling sering dikemukakan mana lebih baik microphone yang menggunakan XLR atau USB konektor? Pada dasarnya Microphone dengan XLR konektor jauh lebih ideal karena selain menjadi standar industri rekaman profesional, juga memberikan kemudahan dalam setting / adjustment hasil audio pada audio interface / mixer secara langsung dibandingkan mengotak – atik pada software di computer.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

XLR Microphone

Microphone dengan USB konektor lebih tepat bila dikatakan sebagai kompromi produsen Microphone dengan pasar consumer, di mana penggunaanya tinggal Plug n Play pada PC atau laptop. Saat ini kualitas Microphone dengan konektor USB pun semakin meningkat. Microphone AT2020USB plus dan Blue Yeti contohnya.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

USB Mic

Microphone USB bisa di bilang saat ini sudah memiliki nyaris semua kemampuan Microphone XLR, plus ditambah onboard sirkuit, power, dsb yang bagi vlogger pemula akan lebih mudah dan murah. Namun, untuk rencana jangka panjang, yang bisa memberikan ruang yang luas untuk upgrade, kemudahan dalam pengaturan dan menghasilkan kualitas suara yang ideal, maka Microphone dengan konektor XLR jauh lebih efektif dan efisien. Tapi semuanya balik lagi sangat tergantung pada kebutuhan dan budget masing – masing.

 

  1. AUDIO INTERFACES

Pada dasarnya audio interface merupakan external sound card dengan beberapa kelebihan seperti :

• Phantom power (+/- 48V) yang dibutuhkan Microphone XLR Condensor

• Memudahkan proses setting dan adjustment audio

• Memiliki pre-ampifier sehingga signal yang didapatkan microphone ideal. Semakin berkualitas • preamps, semakin baik kualitas suara yang dihasilkan.

• Merubah signal analog dari microphone menjadi signal digital agar dapat di proses PC / laptop.

• Mengurangi gangguan (interference) dari sirkuit internal pada computer sehingga mencegah signal mengganggu (noise).

• Upgradeable

Audio interfaces simple seperti Focusrite Scarlet 2i2 atau Presonus AudioBox USB atau budget Mixer seperti Yamaha MG10XU, Behringer Xenyx 802, hingga Mackie PROFX8V2 perlu dipertimbangkan.

 

3. AKSESORIS

Berikut beberapa aksesoris penting yang perlu dipertimbangkan untuk digunakan dengan Mic :

• Mic Arm / Stand  : Membantu fleksibilitas mic

• Shock Mount : Isolasi untuk mencegah getaran / goncangan pada mic.

• Pop Filter : Dibutuhkan bila merekam dengan posisi Mic dekat dengan mulut dan membantu  mencegah ledakan suara yang muncul akibat dampak mekanik dari udara yang bergerak cepat ke mic. Selain itu me-minimalisir efek plosive sound, dan juga menjaga kelembapan microphone sehingga lebih awet.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

 

4. LINGKUNGAN

Salah satu faktor paling penting namun paling sering dilupakan, yaitu kondisi lingkungan sekitar sangat mempengaruhi kualitas audio. Perangkat audio biasa saja dengan ruangan yang secara akustik ideal akan menghasilkan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan perangkat High-End audio dengan akustik ruangan yang buruk.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Sangat penting untuk testing & adjusting pada saat penggunaan microphone di sebuah ruangan. Coba berbagai posisi microphone yang paling ideal. Perhatikan suara sekitar seperti kipas pada laptop, AC hingga bunyi keyboard komputer. Gunakan peredam untuk mengurangi ‘echo’ dari suara yang memantul pada ruangan. Penggunaan carpet di lantai atau menggantung tirai dari bahan yang menyerap suara akan sangat membantu. Pointnya, banyak cara mudah dan murah untuk membuat ruang lebih acoustic-friendly.

 

KESIMPULAN

Menghasilkan kualitas audio yang baik tidak seharusnya menjadi beban tersendiri, terutama bila baru memulai vlogging, podcasting, webinar atau live streaming lainnya. Segala sesuatunya tidak langsung harus seperti studio profesional. Yang lebih penting audiens dapat memahami pesan yang ingin disampaikan dengan sedikit mungkin gangguan.

Hal yang perlu terus – menerus dilakukan yaitu mengetes level audio, membuat ruangan secara akustik se-ideal mungkin, dan setup microphone sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Karena microphone akan terdengar berbeda  antara orang yang satu dengan orang yang lain dan di antara ruangan yang berbeda – beda. Microphone hanya merupakan alat dan membutuhkan perangkat yang berbeda – beda untuk situasi yang berbeda pula. Itu kenapa sangat penting anda riset dan berusaha mencari microphone yang paling sesuai dengan karakter vokal, kebutuhan dan lingkungan sekitar.

Membeli perangkat audio merupakan investasi dan selayaknya sebuah investasi memerlukan riset dan pencarian yang tepat.  Dengan jumlah informasi yang tersedia di internet, tidak ada alasan bagi anda untuk tidak menggunakannya. Mengetahui apa yang paling pas bagi anda dan dengan sumber informasi yang tepat merupakan keahlian yang penting tidak hanya sebagai seorang vlogger, podcaster, dan profesi lainnya, tetapi juga dalam hidup ini 🙂

 

Semoga bermanfaat dan apabila ada saran dan rekomendasi produk lain, please let us know …

Blue Yeti Microphone

Surprising Benefits of Blue Yeti USB Microphone

Review Blue Yeti USB Microphone

 

Bicara USB Microphone dengan banyak keunggulan rasanya tidak lengkap bila tidak menyertakan microphone ini. Seperti AT2020USB+Blue Yeti terkenal sebagai salah satu yang terbaik bagi siapa pun yang membutuhkan jenis Mic USB yang  mampu menangkap kebutuhan 16-bit/48 kHz, sehingga memiliki multi fungsi sangat mumpuni baik untuk rekaman maupun untuk streaming (vlogging, podcasting, gaming, conference calls).

 

Blue Yeti Microphone

Dengan teknologi tiga kapsul dan empat pola setingan yang dapat di kustomisasi (cardiod, omnidirectional, stereo, bi-directional) di desain untuk memberikan kualitas suara yang kaya dan detail. Sedangkan fitur volume headphone, instan mute, dan analog microphone gain memberikan keleluasaan dalam pengaturan dalam proses rekaman.

Dilengkapi juga dengan konektor 3.5mm headphone jack memudahkan dalam monitoring tanpa zero-latency / delay.  Kemudahan dalam penggunaannya juga memberikan nilai tambah bagi mic ini. Cukup di colok ke port USB pada komputer—minimum 64 MB RAM, dengan kabel USB yang telah tersedia, lalu kalibrasi dengan sistem operasi pada komputer (Windows 10, 8, 7, Vista, Xp dan Mac OS X 10.4.11 atau lebih), maka Si Yeti ini siap digunakan.

Blue Yeti MicrophoneMic ini juga memiliki fleksibilitas karena dapat di lipat, putar dan disesuaikan sesuai kebutuhan.  Tersedia dengan pilihan warna untuk disesuaikan dengan selera dan pastinya harga yang bersahabat menjadikan Blue Yeti sebagai microphone USB dengan segala keunggulan bila dibandingkan  dengan kompetitornya.

 

 

 

 

 

SPESIFIKASI TEKNIS

MICROPHONE AND PERFORMANCE :

  • Power Required/Consumption: 5V 150mA
  • Sample Rate: 48 kHz
  • Bit Rate: 16-bit
  • Capsules: 3 Blue-proprietary 14mm condenser capsules
  • Polar Patterns: Cardioid, Bidirectional, Omnidirectional, and Stereo
  • Frequency Response: 20Hz – 20kHz
  • Max SPL: 120dB (THD: 0.5% 1kHz)
  • Dimensions (extended in stand): 4.72″ (12cm) x 4.92″(12.5cm) x 11.61″(29.5cm)
  • Weight (microphone): 1.2 lbs. (.55 kg)
  • Weight (stand): 2.2 lbs. (1 kg)

 

HEADPHONE AMPLIFIER :

  • Impedance: 16 ohms
  • Power Output (RMS): 130 mW
  • THD: 0.009%
  • Frequency Response: 15 Hz – 22 kHz
  • Signal to Noise: 100dB

 

KEBUTUHAN SISTEM OPERASI

  • Windows 7, 8, 10
  • USB 1.1/2.0 (or newer)
  • 64MB RAM (or better)
  • MACINTOSH
  • Mac OSX (10.4.11 or higher)
  • USB 1.1/2.0
  • 64 MB RAM (minimum)

 

Nilai Plus :

  • THX certified model
  • Kualitas studio dengan suara detail dan kaya
  • 4 picking patterns termasuk mode stereo
  • User-Friendly ( Plug n Play )
  • headphone output
  • Solid full metal body
  • Harga bersahabat

 

Nilai Minus :

  • Ukuran mic di luar standar, menyulitkan mencari shock mount yang pas
  • Tombol Kontrol yang ringkih
audio visual presentation

Tips Audio Visual Yang Perlu Dipertimbangkan Agar Presentasi Efektif

Presentasi saat ini sudah sangat berubah bila dibandingkan dengan beberapa dekade lalu ketika perkembangan teknologi dan kebutuhan penyampaian informasi melalui media tradisional masih sangat terbatas.

Kini teknologi semakin cepat diserap dan kita semakin  beradaptasi dalam berbagai macam bentuk media. Mulai dari tujuan menampilkan content yang lebih menarik, hingga untuk menjangkau lebih banyak audiens.

Mulai dari kebutuhan e-learning dunia pendidikan, video conferencing dalam bisnis, hingga hosting webinar, PodCast atau YouTube Live, semua terhubung dengan virtual audiens.

Tips audio visual Presentation

Streaming media presentation

Dengan teknologi streaming yang semakin berkembang, presentasi semakin mudah dan murah. Berikut ini beberapa tips audio visual yang perlu dipertimbangkan agar presentasi efektif.

 

KUALITAS SUARA

Dalam penyampaian sebuah pesan yang paling utama adalah agar pesan mampu diterima dengan baik. Kualitas suara yang buruk akan sangat mengganggu audiens dan mengakibatkan menurunnya minat audiens dalam mengikuti materi yang disampaikan. Oleh karena itu, kualitas perangkat audio systems yang tepat dalam live streaming mutlak diperlukan.

Tips audio visual Presentations

Mulai penggunaan tipe mic yang sudah built-in di kamera atau desktop USB mic seperti Senheisser MK4 Digital, Audio Technica AT 2020 USB atau Blue Yeti, hingga penggunaan shotgun mic dan/ boom mic seperti Audio Technica BP4029, Rode VideoMic Pro atau Sennheiser MKE 400.

Selain penggunaan mic yang tepat, untuk menghasilkan kualitas suara yang baik dalam live streaming juga diperlukan perangkat lain seperti preamps to mics, mixers, audio interfaces, compressors dan aksesories lainnya.

 

PENCAHAYAAN

Dari mata turun ke hati, mungkin ungkapan paling sederhana untuk tips ini. Karena pencahayaan—lighting sangat penting dalam pengambilan gambar. Walaupun ruang yang digunakan dalam live streaming memiliki pencahayaan  alami—sinar matahari, akan lebih baik invest beberapa perangkat lighting.

Tips audio visual presentation

Kombinasi beberapa LED panel dimmable atau softbox lighting set akan sangat membantu menghasilkan pencahayaan yang pas yang pastinya membuat live streaming lebih menarik.

 

BANDWIDTH INTERNET

Bandwidth internet jangan sampai terabaikan, karena sangat krusial dalam penyampaian materi. Bandwidth internet menentukan seberapa banyak dan cepat data yang bisa ditransmisikan. Jaringan internet yang lemot dan gambar patah – patah akan membuat frustasi audiens virtual.

tips audio visual presentation

Pastikan bandwidth internet yang paling sesuai dengan kebutuhan dan melakukan test berulang sebelum live streaming atau videoconferencing.

 

TIPE KAMERA

Tips audio visual Dengan banyaknya pilihan kamera, untuk menentukan jenis dan berapa banyak kamera yang dibutuhkan, sangat tergantung mulai dari budget, selera pribadi, hingga berapa banyak sesi yang direncanakan dalam  live streaming atau event anda. Streaming paling sedikit membutuhkan satu fixed kamera.

Tentunya lebih dari satu kamera akan sangat membantu menghasilkan beberapa angle yang berbeda dalam pengambilan gambar, sehingga gambar yang dihasilkan lebih catchy.

Pada umumnya ada tiga pilihan dasar kamera, yaitu : Pertama Video Camcorder seperti Canon C100 Mark IIatau Canon G20.  Kedua DSLR kamera yang support live HDMI audio—video output seperti Sony a7S II atau Sony AX Series. Ketiga penggunaan Webcam seperti Logitech C920 atau bahkan menggunakan  Smartphone yang saat ini kualitas kedua kameranya—depan dan belakang semakin mumpuni.

Tips audio visual presentation

Kualitas kamera pasti berbanding lurus dengan hasilnya.  Yang perlu diingat bahwa lensa kamera merupakan kepanjangan mata virtual audiens yang menghidupkan moment saat live streaming.

 

 

 

MOBILE FRIENDLY

Perangkat mobile seperti smartphone dan tablet saat ini semakin tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan. Karena itu memiliki kualitas streaming yang mampu menyesuaikan (scalable streaming) dalam format  atau ecosystem smartphone dan tablet. Baik itu iOS maupun Android, akan memberikan pengaruh sangat besar. Karena remote audiens bisa tune– in dimana pun mereka berada. Dan pada akhirnya semakin banyak yang melihat karena tidak tergantung  pada perangkat yang mereka gunakan.

 

VIRTUAL AUDIENS

Membuat audiens selalu merasa terlibat sangatlah penting. Melihat kamera pada saat live streaming, sebagaimana pembicara melihat audiens pada saat seminar langsung, perlu di ingat dan dilakukan agar terbangung ikatan bahwa mereka bagian dari event.

 

Pastinya masih banyak hal lainnya yang menunjang sebuah presentasi—live  streaming berjalan sesuai harapan. Yang utama adalah memulai dari yang paling simpledan tetap fokus. Perbedaannya tidak terlihat hanya dalam waktu semalaman. Audiens pasti dapat menghargai. Pada akhirnya Anda akan menemukan sweet setup terbaik sesuai kebutuhan.

Saya harap sedikit tips ini dapat membantu mencapai tujuan anda memberikan presentasi terbaik. Happy streaming!