Free songs
  • RSS feed
  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
 
Tag Archives:

headphone types

Home » headphone types
8 Mitos Tentang Headphone Yang Perlu Diketahui

8 Mitos Tentang Headphone Yang Perlu Diketahui

Saat teknologi melengkapi bahkan membentuk gaya hidup, headphone pun menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dan menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat millenial.

 

lifestyle Headphone

Amber Marie Barker with Audio Technica ATH-SR5 Headphone. Source : ambermariebarker.com

Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup—lifestyle dalam beberapa tahun belakangan mendongkrak popularitas headphone ke arah yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.  Hal ini juga yang mendorong semakin banyak perusahaan terjun ke pasar ini.  Baik yang udah eksis sampai perusahaan yang bner – bner baru.

Semakin kesini jumlah dan jenis headphone makin gak karuan dan efeknya mitos – mitos tentang headphone datang tanpa diketahui yang mana kebenerannya, sehingga menggoyahkan keteguhan iman jiwa – jiwa yang rapuh. 👼

Konsumen semakin dibuat bingung dengan segala macem retorika pemasaran, dengan tujuan agar konsumen gak segan – segan keluar duit lebih banyak, bahkan juga sering lebih sedikit (murah-an) dibandingkan yang seharusnya, tanpa tau kualitasnya, namun pada akhirnya lebih sering dikecewakan.

Sebenarnya tanpa dipengaruhi jumlah propaganda pemasaran yang massif pun, banyak mitos timbul ketika kaitannya dengan banyaknya aspek soal headphone.

Berikut 8 Mitos Tentang Headphone Yang perlu diketahui :

  1. Headphone Bermerek Pasti Lebih Bagus

“Kata siapa?” Gak mesti selalu dan di pukul rata kok. Jangan mentang – mentang bermerk trus bisa dibilang pasti semuanya bagus.  Tapi yang pasti brand ternama punya anggaran lebih banyak untuk pemasaran sehingga penetrasi pasar yang merajalela.

Sebagai contoh lebih banyak headphone yang lebih bagus bila dibanding Beats yang sangat mempesona.  Bagi yang bukan pecinta audiophile, jarang yang tau ada perusahaan yang bikin headphone gokil kaya HIFIMAN, STAX, AUDEZE, dan lainnya.

Hi Fi Headphone

Audeze LCD-3. Source : Audeze

  1. Headphone Lebih Mahal Pasti Lebih Bagus Dan Lebih Tahan Lama

Ada harga ada rupa. Idiom beken ini kemungkinan gak berlaku mentah – mentah juga. Bisa dibilang korelasinya gak banyak juga. Kata “pasti” dan “selalu” kedengaran terlalu absolut. Yang lebih mahal pasti lebih bagus, “biasanya” iya, tapi gak selalu juga.

Banyak yang headphone murah tapi punya material gak murahan dan sebaliknya ada headphone mahal, tapi di liatnya aja bikin ngilu, rapuh, lemah kaya abis di putusin pacar. Literally banyak juga kok headphone which is punya design boring gak update, and cheaper, but sound amazing dibanding sama well designed expensive headphone (anak jaksel). 😀

Selain itu, seperti dijelaskan di bahasan Apakah Anda Rela Kehilangan Uang Demi Kualitas Suara Yang Bias?, selera pribadi dan faktor psikologis—subyektifitas, menjadi salah satu alasan bahwa gak semua headphone ber-merk dan lebih mahal pasti bakal cocok dengan semua orang.

  1. Semua Headphone Pasti Terdengar Sama

Idealnya iya. Klo kita hidup di alam utopia dimana tiap produsen headphone memakai tolok ukur yang sama soal akurasi suara. Kenyataannya gak sama sekali. Beda antara headphone yang satu dengan yang lain oleh orang awam sekalipun pasti terdengar jelas. Dalam beberapa jenis headphone memang ada yang susah dibedain, tapi itu langka banget bakal kejadian. Bahkan di headphone murah pun, perbedaannya cukup banyak.

  1. Tiap Bentuk Dan Design Headphone Pasti Pas Di Semua Orang

Pastinya gak juga. Kuping tiap orang bisa dibilang kaya sidik jari yang pastinya jadi beda satu sama lain. Dan yang utama klo ukurannya gak pas, apalgi in-ear headphone, walaupun headphone yang bener – bener bagus dan mahal, jadi percuma karena bakal gak kedengaran maksimal.

8 Mitos Tentang Headphone Yang Perlu Diketahui

Struktur Telinga. Source : visualdictionaryonline.com

 

  1. Semua Headphone Punya Volume Yang Sama

Walaupun kedengerannya gak jadi masalah, tapi yang perlu di ketahui klo ada beberapa headphone yang nyaman didengerin saat volume pada player cuma 50% tapi ada yang baru enak pas volume udh hampir mentok. Hal ini dipengaruhi faktor efisiensi sebuah headphone.

  1. Yang Namanya Noise-Cancelling Headphone Bikin Semua Suara Diluar Lenyap Seketika

Sedihnya, gak juga tuhh. Mengurangi sebagian besar frekuensi rendah dan suara bising kaya suara derungan mesin, angin dan jalanan memang bner. Tapi gak ngaruh buat frekuensi tinggi seperti suara bocah  jerit, bayi nangis atau suara pembicaraan orang sekitar.

noise cancelling headphone

Noise Cancelling Headphone Work. Source : afd-techtalk.com

  1. Semua Noise-Cancelling Headphone Sama

Pastinya gak lagi. Gak cuma karena iklannya banyak, designnya kliatan bagus apalagi harganya mahal jadi bikin noise cancelling-nya sempurna paripurna. Kebanyakan malah gak karuan.

Dalam hal ini produk ternama seperti Bose jadi salah satu yang terbaik karena inovasi dan paten teknologi noise cancelling-nya yang makin canggih. Atau Sony yang punya chip khusus noise cancelling.

sony headphone

Sony Noise Cancelling Chip. Source : Sony

  1. Noise-Cancelling Dan Noise Isolating Headphone Fungsinya Sama

Dengan jelas saya katakan, “Tidak.” Sederhananya, noise cancelling headphone kerjanya khusus frekuensi rendah dan konsisten kaya suara mesin pesawat, deru angin, jalanan macet. Sedangkan noise isolating headphone bekerja ideal (mengurangi) frekuensi mid dan high. Jadi agan/aganwati jangan sampai salah pilih.

Semoga bermanfaat.

surround bluetooth speaker

Apakah Anda Rela Kehilangan Uang Demi Kualitas Suara Yang Bias?

Sejumlah alasan kebanyakan pembeli headphone dan speaker lebih memilih produk yang tidak terdengar akurat namun lebih kepada kualitas suara yang bias.

 

Popularitas produk seperti soundbars, iPod dock, dan Bluetooth speaker yang semakin kecil ukurannya, semakin men – shahihkan fakta bahwa sebagian besar konsumen tidak terlalu tertarik untuk membeli perangkat audio yang benar – benar memberikan kualitas suara terbaik. Faktor lainnya, seperti ukuran yang kompak sehingga mudah di bawa – bawa (portable) dan dengan sejumlah fitur – fitur anyar, lebih di utamakan bila dibandingkan dengan kualitas suara yang akurat.

alasan pembeli headphone dan loudspeaker memilih produk terdengar tidak akurat

soundbars & iPod Docks

Format audio digital, contohnya, mungkin lebih memiliki respon frekuensi akurat dibandingkan format audio analog. Tapi Piringan hitam—Long Playing (LP/vinyl record) jauh terdengar lebih baik dibandingkan CD. Merekam suara lebih baik, terdengar lebih hidup dan realistis dibandingkan segala jenis format audio digital. Tapi balik lagi, tiap orang mungkin punya ‘selera’ yang berbeda.

alasan pembeli headphone dan loudspeaker memilih produk terdengar tidak akurat

Bob Dylan : Blonde on Blonde Vinyl (Mono) 2LP. Source : Turntable Lab Inc.

Orang menganggap headphone sesuatu yang berbeda dengan speaker, tapi kebanyakan lebih memilih suara yang lebih nge-bass dibanding “flat”, atau model perangkat audio lainnya yang lebih terdengar akurat.

Ketika membandingkan suara yang dihasilkan headphone, anda mengharapkan bahwa semua jenis headphone terdengar sama akurat. Tapi itu bukan masalahnya. Baik Sennheiser dan Audio Technica sama – sama produsen headphone terkemuka dengan reputasi mentereng selama puluhan tahun.

Akan tetapi jika akurasi suara tujuan utamanya, maka semua produk headphone high – end, dari semua produsen headphone, harusnya terdengar sama. Namun kenyataannya sangat berbeda. Sennheiser HD 700 terdengar cukup berbeda dengan Audio Technica ATH – M70x.

sennheiser headphone

Sennheiser HD 700. Source : tonepublications.com

Bahkan Audio Technica memiliki berbagai jenis headphone dengan kebutuhan / selera pasar yang berbeda – beda. ATH – M50x untuk professional monitor headphone dan ATH-WS1100iS dengan karakter sangat nendang frekuensi bassnya. Bahkan untuk Beats Solo3 Wireless headphone terkenal dengan headphone paling stylish—yang sama sekali saya gak ngerti apa hubungannya dengan detail suara 😕.

Beats Headphone

Beats Solo3 Wireless. Source : Apple–Beats Audio

Paling tidak ada sejumlah alasan kenapa tolok ukur akurasi suara ini gagal menghubungkan dengan penilaian akan kualitas suara. Pertama, tolak ukur sangat sedikit berhubungan dengan suara dari sebuah musik, dan headphone dengan tolak ukur kualitas suara yang lebih baik tidak selalu berhubungan dengan preferensi kualitas suara kebanyakan pengguna.

Tes tones terlalu sederhana dan mudah diprediksi, sedangkan musik terlalu kompleks dan acak. Mereproduksi suara yang riil dari sebuah violin atau drum kit merupakan tugas yang sangat sulit. Dan sejak tujuan utama perangkat audio hi – fi memainkan musik bukan tes tones, maka prioritas utama seorang perancang yaitu membuat produk yang terdengar enak sesuai segmen pasar yang ditujunya.

“Suara enak” jadi kata yang langka bila dihadapkan pada subjektivitas tiap orang. Bagi beberapa pengguna tolok ukur / spesifikasi pada headphone digunakan sebagai langkah obyektif untuk menentukan headphone mana yang lebih akurat.

Dan jika akurasi atau detail suara yang jadi patokannya, maka Etymotic ER-4PT in-ear headphone, yang harganya jauh lebih murah dibandingkan Sennheiser HD 700, seharusnya laku keras di pasaran. Tapi ironisnya hal ini tidak terjadi. Kebanyakan pembeli lebih menginginkan karakter headphone yang lebih nge-bass, lebih nendang, lebih stylish, dan sensasi subyektif lainnya.

in-ear headphone

Etymotic ER-4PT. Source : head-fi.org

Dan menjadi dilemma lainnya ketika kualitas audio musik yang sering kita dengarkan sudah mengalami kompresi yang juga sangat over, sehingga tidak akan secara otomatis musik tersebut akan terdengar lebih baik pada hi – fi headphone. Hal ini sama saja seperti mengharapkan film animasi akan terlihat nyata dan lebih realistis pada HD – TV. Tentunya hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

Bisa dibilang semua produsen tunduk dan patuh pada tolok ukur yang dipakai dalam membuat produk – produk yang akurat. Akan tetapi mereka juga sadar kalau produk tersebut tidak laku di pasaran.

Mungkin karena itu konsumen ingin jaminan kalau produk yang akan mereka beli akurat. Tapi semuanya jadi gak ada artinya, kosong, hilang makna, ketika kebanyakan para konsumen menggunakan produk tersebut lalu mendengar seperti apa yang dimaksud kualitas suara yang detail, akurat. Namun tidak sesuai dengan ‘ekspektasi’ mereka.

Like a legend said :

“I put one on the turntable and when the needle dropped, I was stunned – didn’t know whether I was stoned or straight.”

—Bob Dylan

 

Audio Technica

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Istilah dalam Audio Dan Hubungannya Dengan Karakter Headphone Dan Loudspeaker

Bagaimana otak memainkan peranan sangat penting dalam memilah dan memilih karakter suara pada perangkat audio yang sesuai dengan preferensi tiap orang. Dan memanfaatkan sebagai cara memilih karakter headphone dan loudspeaker yang sesuai.

 

“Terasa gak klo nih headphone karakternya kebangetan “bright”? Jadi lama – lama bikin kuping sakit?”

“Gw sih lebih milih karakter headphone yang “warm”?”

Buat yang baru mulai atau bahkan udah engeh audio, istilah kata “bright”, “warm” di atas pasti sudah cukup familiar di dengar. Nah yang jadi pertanyaan, apa arti sebenernya istilah yang terdengar canggih nan terdengar intelek ini? Maksudnya apa? menjelaskan soal apa? Dalam bahasan kali sini akan dijelaskan lebih jauh, walaupun tidak terlalu teknikal.

Cara memilih karakter headphone dan loudspeaker yang sesuai

Audio Technica ATH-M50x. Salah satu headphone favourite sejuta umat. Source : Audio Technica

Bright

Bright” bisa dibilang kebalikan istilah / arti dari “warm”. Peralatan audio yang terdengar “bright” menghasilkan kualitas suara di nada tinggi (high-pitched sounds). Istilah lain untuk menggambarkan istilah kata ini, yaitu seperti “Crisp” dan “Clarity”.

Headphone yang terlalu bright, biasanya membuat telinga terasa lelah sehabis digunakan dalam waktu agak lama. Karena suara / nada tinggi akan terasa mengganggu, dan bila terlalu kencang, kita akan mengalami iritasi pada telinga tanpa sadar sebabnya.

 

Warm

Istilah ini yang paling familiar di kalangan pecinta audio newbie (pasar audio komersil) sekarang. Istilah warm punya karakter dengan frekuensi suara bass yang tebal, musikal.

Bahkan yang lebih ekstrim, karena selera pasar (komersil), karakter warm dibuat semakin over frekuensi bassnya. Bahkan soundbars (all-in-one speaker systems), cenderung memiliki karakter warm. Bose, Jbl, dan yang paling popular yaitu Beats Audio, mampu membentuk ceruk pasar ini dengan menghasilkan produk  yang tepat dengan selera pasar.

Cara memilih karakter headphone dan loudspeaker yang sesuai

Beats by Dre

Neutral

Seperti perkataan orang tua, dalam hidup tetap netral merupakan pilihan bijaksana. Pilihan ini akan jauh masalah dan membuat kita mampu melihat segala sesuatu dari dasarnya. Dan biasanya juga pilihan bagus karena jauh dari bias.

Dan bicara soal audio monitoring—headphone dan / speaker, netralitas jadi pilihan terbaik. Konsep tentang audio yang netral atau bahasa canggih lainnya, uncoloured audio, lebih dulu eksis.  Setidaknya bagi kalangan audiophile yang melakukan segala daya dan upaya mengejar kemurnian cinta—audio. Netral juga bisa dibilang sebagai implikasi tengah – tengah ketika warm terlalu tebal (nge-bass) namun sedikit treble dan bright suara menjadi terdengar tipis.

Sebenarnya headphone atau speaker setidaknya mampu menghasilkan  frekuensi suara yang mampu menjangkau wilayah indera pendengaran yang saat ini sudah terukur. Dan pastinya hukum fisika membuat hal ini jadi sangat sulit. Sederhananya tiap headphone atau speaker mempunyai driver (hardware) yang sangat tergantung dengan bentuk / desainnya, sebagaimana tiap suara manusia terdengar berbeda satu sama lainnya.

Cara memilih karakter headphone dan loudspeaker yang sesuai

Genelec Studio Active Monitoring. Source :  Genelec Oy

Untuk speaker lebih mudah untuk ‘mengejar’ netralitas ini dengan mengakalinya menggunakan beberapa cara. Salah satunya menggunakan beberapa ukuran speaker dalam sebuah ruangan, dengan tiap speaker spesifik untuk menghasilkan frekuensi audio tertentu.

Sedangkan bagi headphone, pastinya jauh lebih sulit. Bahkan bagi headphone paling mahal sekalipun pastinya mempunyai kelebihan pada frekuensi tertentu. dan kelemahan pada frekuensi lainnya. Dan kebanyakan headphone paling popular di kalangan professional yang cenderung punya karakter ‘bright’ justru menjadi minus bagi konsumen awam.

Cara memilih karakter headphone dan loudspeaker yang sesuai

Oswalds Mill Audio (OMA) Showroom. Source : OMA world’s finest high fidelity equipment

Bagi komunitas audio hardcore yang serba perfeksionis, semua bahasan ini agak sensitive karena banyak perdebatan tentang istilah karakter suara ini. Salah satu ungkapan cukup eksentrik soal ini kurang lebih bunyinya seperti ini :

“Prinsip dasar dari hi-fi system yaitu bisa membuat penggunanya menikmati rekaman musik di rumah. Akurasi memang sangat didambakan, tapi itu semua jadi tidak relevan kalau tidak bisa membuat emosi tersalurkan. Siapa yang peduli perangkat audio ‘akurat’ atau tidak, kalau tidak dapat dinikmati lama – lama? Itu semua tidak ada artinya kalau tidak bisa buat seluruh tubuh bergoyang.” 💃🏻💃🏻

John Atkinson, “The Acoustical Standard Part 2” Stereophile 1988

 

Yang paling simple, cobalah segala macam jenis headphone atau bahkan speaker yang ada di pasaran, dan cari yang paling pas dengan selera dan pastinya sama isi kantong Anda.

Acuannya sederhananya kurang lebih seperti ini, mau dengar musik dengan suara yang lebih renyah? Mau dengar tiap nada pas pada tempatnya, dan tiap detail kecil instrument akustik terdengar? Kalau seperti itu, maka lebih pas headphone dengan karakter bright, tau menambahkan tweeter pada setup speaker.

Hanya saja yang paling penting jangan memaksakan gendang telinga terus – menerus mendengar frekuensi tinggi ini. Karena akibatnya seperti telah dijelaskan pada artikel Penggunaan Headphone Yang Sesuai Tanpa Menyakiti Telinga, akan sangat bahaya resikonya. Karena karakter bright pada headphone cenderung terasa lebih lebar. Hal ini dikarenakan otak manusia lebih mudah nge-lokalisasikan frekuensi tinggi dibandingkan frekuensi rendah. Contoh sederhananya, tidak berpengaruh banyak buat subwoofer mau diletakan di mana dalam sebuah ruangan.

Sedangkan bila mau karakter yang lebih tebal, bass terasa menendang, atau headphone terdengar terasa seperti di bioskop, atau suara penuh kehangatan layaknya sang kekasih😍, maka headphone  dengan karakter warm yang paling cocok.

Pada intinya, layaknya pasangan, tidak ada headphone bahkan speaker yang benar – benar sempurna untuk segalanya. Dan jangan sampai ketidaksempurnaan ini jadi bikin kita frustasi. Karena tiap orang punya pilihan dan selera personal yang berbeda – beda. Sing penting ojo do gontok – gontokan ✌.

Semoga artikel kali ini bermanfaat walaupun bahasa untuk menjelaskan istilah teknisnya cukup sulit. Setidaknya saya berusaha sebaik mungkin untuk Anda😎. Tidak mudah mengungkapkan perasaan emosi yang terlalu dalam ke dalam sebuah kata, dan selalu, cara terbaik untuk mendapatkan kejujuran yaitu dengan mendengarkan sendiri baik – baik.

 

sony wh-1000X M3

Ini Hal Yang Perlu Anda Tahu Mengenai Update Teknologi Wireless Headphone

Perkembangan wirelees headphone saat ini di dorong dengan semakin berkembangnya gaya hidup yang menuntut produsen headphone memberikan inovasi yang menunjang era milenial saat ini.

 

Pada perhelatan IFA Berlin tahun ini (2018), produsen headphone melakukan perubahan cukup radikal yang menjadikan pasar wireless audio semakin sexy. Dilengkapi dengan USB-C, voice assisstants, dan daya tahan baterai lebih tahan lama, wireless headphone 2018  membuat headphone 2017 layaknya headphone ketinggalan jaman. Berikut updatenya :

 

USB-C

wireless headphone

Saat ini semua wireless headphone dan earphones yang dipamerkan pada perhelatan IFA Berlin 2018 sudah dilengkapi dengan port charging USB-C. Contoh paling anyar wireless headphone Sony 1000X M3, yang pastinya akan membuat pemilik generasi wireless headphone Sony 1000X sebelumnya menyesal. Selain Sony dengan teknologi USB-C, merk lainnya seperti Sennheiser tipe Momentum True Wireless earbuds dan headphone Bayerdynamic tipe  Lagoon juga sudah menggunakan USB-C. Sedangkan Audio Technica masih tetap menggunakan MicroUSB, yang cepet atau lambat akan menjadikan USB-C sebagai standart seperti produk lainnya.

 

Voice Assistant

Bose QC35 IIs pioneer update fitur asisten pribadi dengan membuat tombol khusus untuk mengaktifkannya. Sony 1000X, Sennheiser Momentum True Wireless dan Bayerdynamic Lagoon sekarang sudah dilengkapi voice assistant dari Siri dan Google (Google assistant). Ketiga tipe wireless headphone ini bisa dikatakan sebagai kiblat teknologi headphone masa depan. Karena mampu menjawab perkembangan teknologi.

 

Sony wh1000xm3

sony wh-1000xme with google assistant. source : sony.com

Saat ini wireless headphone secara sederhana mampu terkoneksi dengan smartphone. Tapi ke depannya akan lebih banyak perusahaan yang akan mencoba menjadikan wireless headphone semakin terintegrasi sebagaimana jam tangan berevolusi menjadi lebih pintar—smartwatch. Hal ini semakin membuktikan bagaimana integrasi industri audio visual dan teknologi informasi saling memberikan peranan dalam menjawab tantangan jaman.

 

Long life The Battery

Sony 1000x menjamin 30 jam umur baterai itupun dengan fitur noise cancelling selalu aktif, sedangkan Beyerdynamic Lagoon mampu bertahan seharian—24 jam dengan mode yang sama. Tanpa mode noise cancelling (off), Bayerdynamic Lagoon sanggup bertahan selama 46 jam. Sedangkan dengan mode noise cancelling (off), Sony 1000X mungkin bisa dibilang tidak akan kehabisan daya.

sony headphone

sony noise cancelling chip. source : sony.com

Selain itu teknologi noise cancelling pada wireless headphone Sony semakin canggih sehingga jauh lebih efektif. Bicara umur baterai Sennheiser Momentum True Wireless yang ‘cuma’ 12 jam bila dibandingkan Sony dan Beyerdynamic pastinya terasa sangat singkat. Tapi bila dibandingkan dengan design dan kenyamanan, Sennheiser sepertinya lebih unggul.  Simple namun canggih. Plus untuk sekelas Sennheiser pastinya kualitas suara yang dihasilkan  sudah tidak perlu diragukan seperti hal nya dengan Sony atau Beyerdynamic. Sehingga sangat nyaman bila selama 12 jam mendengarkan musik dengan kualitas audio yang bermutu dan memberikan pengalaman terbaik bila dibandingkan mendengarkan musik cukup lama bahkan sampai berpuluh  – puluh jam namun tidak memberikan kenyamanan.

 

Desain Berkelas

Beberapa tahun lalu melihat bentuk dan desain dari jenis – jenis headphone tidak mengalami perubahan signifikan. Masih dengan cangkang lebar, kaku, tidak pas di telinga, dan terdengar seperti semua dipaksakan, terutama bass yang over dan treble yang tipis.

Headphone saat ini semua semakin berlomba – lomba agar semakin terlihat stylish dan modis karena sebagai lifestyle. Headphone seperti Beyerdynamic contoh paling shahih bagaimana desain headphone dibawa ke tingkatan baru. Dengan lampu LED di dalam cangkang headphone yang mengindikasikan status aktif. Tidak  ada lagi notifikasi biru LED yang kedap – kedip yang pastinya sering mengganggu.

beyerdynamic lagoon

Beyerdynamic lagoon. source : Beyerdynamic Europe

Ketika kota semakin berkembang, di dukung dengan sarana transportasi yang semakin terintegrasi, akan semakin lebih banyak orang menggunakan sarana transportasi massal hingga perkembangan live streaming (podcasting, vlogging), mendorong teknologi headphone berpacu dengan tuntutan jaman dengan cara yang kita harapkan dari industry teknologi yaitu dengan memberikan inovasi dan kualitas terbaik.

Semoga bermanfaat …

Jenis Headphone

Jenis Headphone | Bagaimana Memilih Yang Paling Tepat Sesuai Kebutuhan

Bagaimana memilih jenis headphone yang paling pas?

Jika ditanya ada bagaimana memilihnya, kita harus tahu berapa jenis headphone, apa perbedaan satu dengan yang lainnya dan mana yang terbaik.

Tentunya perlu penjelasan yang detail mengenai itu semua. Namun di sini hanya akan dijelaskan gambaran umum mengenai headphone dan mana yang sesuai untuk pemakaian sehari-hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Jenis – jenis Headphone

1. Earbuds Headphone

Jenis headphone ini paling umum dikenal sejak era Sony Walkman dan semakin popular ketika Iphone di rilis pertama kali.

 

jenis headphone

Earphone-Earbud-headphone

 

Earbuds ini sangat murah, kecil dan dengan kualitas suara cukup lumayan sesuai dengan harganya. Namun untuk kalangan audio enthusiast tentunya tidak disarankan karena beberapa alasan seperti suara / noise di luar yang masih terdengar ketika memakainya, tidak nyaman saat digunakan dan desain yang seadanya.

 

2. In-Ear Headphone

Headphone jenis ini biasanya disertakan oleh produsen smartphone beserta aksesories lain dalam kemasannya. Ringan sekitar 1-1.6 ons termasuk kabelnya.

Untuk sebagian besar consumer yang belum mendengar dan merasakan kualitas dari jenis headphone hi-fi, In-Ear Headphone ini cukup digemari.

Karena headphone jenis ini cukup nyaman digunakan dan lumayan mencegah suara dari luar seperti kicauan burung, derap langkah kaki, suara knaplot kendaraan bermotor, dan lainnya.

In-ear headphone biasanya dilengkapi dengan beberapa ukuran busa silikon baik ukuran small, medium dan large. Yang bisa disesuaikan mana yang paling pas buat kita.

 

Jenis Headphone

In-Ear Headphone

 

Jenis Headphone

In-Ear Headphone berfungsi sebagai penghalang masuknya suara dari luar (warna merah)

 

3. On-Ear Headphone

Headphone ini pas menutupi lubang telinga (ear canals), bukan menutupi keseluruhan telinga.

Biasanya dengan desain tertutup (closed back) dan dapat digunakan baik indoor maupun outdoor karena desainnya yang ringan / portable, beberapa bahkan dapat dilipat dan pastinya cukup nyaman ketika digunakan.

Untuk kualitas suara masih tidak sepenuhnya mencegah suara dari luar telinga masuk.

Dan biasanya terasa panas dan bahkan menyebabkan iritasi pada telinga bila digunakan terlalu lama.

 

Jenis Headphone

Bose On-Ear Headphone

 

4. Over-the-Ear Headphone

Headphone ini terlihat sangat besar bila dibandingkan jenis headphone yang lain. Hal ini karena desainnya yang menutupi seluruh bagian telinga.

Oleh karena itu biasanya digunakan untuk kegiatan indoor seperti di rumah, kantor, atau studio.

Kelebihan dari headphone jenis ini pastinya isolasi suara yang maksimal, kualitas suara yang mumpuni, bahkan mampu memberikan efek surround sound dan desainnya cukup kuat.

Sedangkan untuk kekurangannya harganya yang cukup mahal, desain yang besar sehingga hanya tidak portable karenanya hanya cocok digunakan dalam ruangan.

Over-the-Ear Headphone dibedakan menjadi dua jenis lagi yaitu :

  • Closed Back Headphone
  • Open Back Headphones

 

Closed Back Over-Ear Headphone

headphone ini paling popular karena kualitas suara yang dihasilkan dan banyak variasi baik dari segi desain juga harga apabila dibandingkan jenis Open Back over-Ear headphone.

Jenis ini dapat mencegah suara luar masuk—ambient noise isolation—dan pada saat yang sama menghindari kebocoran dari suara yang kita dengar.

Namun karena desainnya yang tertutup mengakibatkan mencegah aliran udara keluar-masuk ke dalam telinga yang agak menyebabkan telinga terasa berkeringat setelah penggunaan yang lama.

 

Jenis headphone

Over-Ear Headphone ATH-M50x

 

Open Back Over-Ear Headphone

Perbedaan paling mencolok dengan Closed Back Over-Ear Headphone yaitu desain pada bagian luar cangkangnya yang terbuka seperti grill jadi terlihat bagian dalam headphone.

Desain ini menyebabkan ambient noise dari luar dapat masuk ke dalam cangkang headphone.

Aliran udara yang bebas bergerak seakan menciptakan suara yang terdengar lebih hidup dan respon bass yang cukup baik.

Karena untuk menghasilkan kualitas bass yang solid headphone membutuhkan aliran udara dari luar.

Oleh karena ini semua headphone mempunyai semacam perforasi pada bagian dalam / belakang agar udara dapat bergerak keluar masuk.

Open Back Over-Ear biasanya digunakan di ruangan studio karena memiliki akustik ruangan yang cukup baik.

 

Jenis Headphone

Open Back Over-Ear Headphone – Sennheiser HD800 A3

 

5. In-Ear-Canal Headphone

Headphone ini digunakan masuk sampai bagian tengah / dalam lubang telinga. Suara yang terdengar dari headphone jenis ini langsung dekat dengan gendang telinga dan mengakibatkan keringat berlebihan.

 

Jenis Headphone

Struktur telinga

 

Jenis Headphone

etymotic mc3

 

Namun Kualitas bass—bass response—sangat bagus. Dan noise isolation juga sangat baik karena desainnya yang menyesuaikan lubang telinga hingga ke bagian dalam dekat gendang telinga.

Namun untuk beberapa orang headphone jenis ini terasa kurang nyaman digunakan dan tidak dapat digunakan terlalu lama. Dan harganya yang cukup mahal sesuai dengan kualitas suara yang dihasilkan.

 

6. Wireless Headphone

Wireless headphone menghubungkan berbagai perangkat seperti smartphone, stereo speaker, televisi, gaming console, computer dan beberapa perangkat electronic lainnya tanpa menggunakan kabel.

Teknologi ini bekerja dengan mengirimkan sinyal audio baik melalui sinyal radio frekuensi (RF) atau Infrared Frekuensi (IR). Tergantung jenis headphonenya.

Kedua teknologi wireless ini sama-sama bekerja melalui transmitter dan receiver system.

Wireless transmitter menghubungkan headphone ke perangkat yang merupakan audio source (smartphone, tv, etc), sedangkan receiver merupakan headphone itu sendiri (built in).

 

Jenis Headphone

Sony MDR ZX770BN

 

Banyak perangkat yang telah menggunakan teknologi Bluetooth menghubungkan keduanya bahkan beberapa perangkat sekaligus lebih mudah (user friendly).

Perangkat dengan teknologi Bluetooth bisa terhubung—mengirim dan menerima data—dengan jarak yang sangat dekat menggunakan transmisi radio.

Perangkat dengan teknologi Bluetooth memiliki semacam chip computer kecil yang didalamnya terdapat Bluetooth radio, dan software yang membuat konektivitas antar perangkat memungkinkan.

Jadi ketika perangkat seperti smartphone dengan headphone Bluetooth diaktifkan dan / dihubungkan (pairing) dengan jarak kedua perangkat yang cukup dekat, maka kita bisa berbicara atau mendengarkan musik tanpa kabel.

 

Jenis Headphone

Parameter

 

Menghubungkan jenis wireless headphone berbeda satu dengan yang lainnya tergantung perangkat apa yang digunakan.

Tapi begitu tahu caranya maka semuanya akan terasa lebih mudah.