Free songs
  • RSS feed
  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
 
Tag Archives:

audio visual

Home » audio visual
Desibel Sound

Apa yang dimaksud dengan desibel dan bagaimana mengukurnya?

Suara di ukur dalam satuan unit desibel, tapi apa sebenarnya desibel?

 

Desibel biasa disingkat dB, merupakan satuan unit dari intensitas suara, akan tetapi skala untuk mengukurnya, skala desibel, bisa dibilang agak sedikit aneh. Hal pertama yang perlu disadari kalau desibel tidak se-konvensional satuan seperti meter, kilogram, atau detik (second).

Desibel ukuran spesifik. Kalau kita tau berapa meter (sesuatu) maka kita bisa memperkirakan seberapa jauh itu. Akan tetapi desibel merupakan cara membandingkan dua jumlah yang berbeda. Kurang lebih seperti persentase, desibel tidak ‘menggambarkan’ secara pasti apa yang di ukur kecuali kita tau sedang membandingkannya dengan apa.

desibel sebagai satuan intensitas suara dan bagaimana mengukurnya

electronics-decibel

Ini merupakan cara logarithmic  untuk menjelaskan rasio yang di ajukan oleh Bell Laboratories, Alexander Graham Bell’s Company, pada tahun 1924 sebagai cara mengukur hilangnya sinyal dalam sirkuit telepon. Satu desibel yaitu 1/10 (deci-) dari satu bel, sebagai penghormatan terhadap Alexander Graham Bell; akan tetapi bel jarang digunakan sekarang.

Sekarang, decibel digunakan secara luas dalam ilmu pengetahuan dan bidang teknik, dan utamanya di bidang akustik dan elektronika. Dalam dunia elektronika, ukuran gains dari amplifiers, attenuasi dari sinyal, dan signal-to-noise rasio paling sering menggunakan desibel.

desibel sebagai satuan intensitas suara dan bagaimana mengukurnya

Alexander Graham Bell

Sederhananya, ketika berpikir tentang bunyi dalam istilah riil, skala desibel memberitahu kita bahwa bila sebuah suara 10dB lebih kencang dibanding suara lainnya, berarti suara itu 10x lebih kencang, dengan peningkatan 20dB berarti 100x lebih kuat dan peningkatan 30dB berarti 1.000x lebih kencang. Dalam hal kekuatan suara, suara mesin jet pesawat 1 triliun lebih kuat bila dibandingkan ukuran paling rendah suara yang dapat di dengar manusia seperti gesekan kuku atau dedaunan.

desibel sebagai satuan intensitas suara dan bagaimana mengukurnya

dB. source : Physclips

Lalu dengan apa kita membandingkannya? Yaa, pastinya dengan tingkat sensitifitas kedua telinga kita. 0dB merupakan ambang batas (threshold) pendengaran manusia. Segala sesuatu dibawah itu tidak dapat didengar (inaudible), sedangkan di atas 85dB dalam jangka waktu yang panjang bakal menyebabkan hilangnya pendengaran. Dan manusia dapat membedakan perbedaan tiap level 1 dB.

Decibel - Audio

Decibel Level Infographic. Source : EarQ

Dalam kehidupan sehari – hari kita juga mengalami kalau intensitas suara bervariasi dalam jarak. Karena itu pengukuran dilakukan deket dengan sumber suara. Dan untuk suara, penggunaan desibel menjadi standar, karena hal ini berhubungan baik dengan bagaimana cara kita mendengar sesuatu. Persepsi manusia tentang intensitas suara dan cahaya lebih merupakan pada hubungan / intensitas logaritma dibanding pada hubungan linier. Itu kenapa skala dB menjadi alat ukur yang berguna.

Saat pendekatan manual hanya membutuhkan microphone dan kalkulator, namun untuk mengukur desibel secara tepat dan akurat membutuhkan beberapa peralatan. Dan cukup banyak variasi alat yang dapat digunakan di pasaran. Kebanyakan alat ukur dapat digunakan tergantung tujuannya, karakteristik suara yang mau di ukur, hingga informasi lainnya yang ingin dibutuhkan.

Decibel - Audio

Nti XL2 Analyzer. Source : Nti Audio

Sound level meter (SPL) meter, seperti XL2 dari NTi Audio dan Bruel & Kjaer’s terlihat sangat sederhana. Cukup arahkan bagian seperti tongkat yang merupakan microphone pada bagian atasnya untuk mengambil dan mengukur suara.  Bagian seperti tongkat ini berguna untuk menjauhkan microphone dari bagian rangka utama agar menghindari / memotong pantulan suara dan memberikan akurasi lebih baik. Dan pada bagian rangka utama, sirkuit elektronik memgukur suara yang terdeteksi oleh mic dan di kuatkan sinyalnya lalu menyaring dengan berbagai cara yang bervariasi sebelum ditampilkan pada layar LCD.

SPL meter sancta bervariasi bila dibedakan kualitasnya. Karena alesan ini biasanya produsen ternama biasanya memasarkan produk mereka berdasarkan kemampuan alat SPL meter untuk memenuhi standard internasional seperti IEC 60651, IEC 60804 dan ANSI S1.4 dan punya grade berdasarkan tipenya. SPL meter paling tinggi standarnya, disebut tipe 0. Tipe 1 sedikit kurang akurat, tapi masih cocok untuk digunakan pengukuran yang membutuhkan presisi cukup tinggi.

Sebagai tambahan, untuk mengukur intensitas sebuah suara dalam posisi yang tetap, seperti sebuah SPL meter, beberapa data dapat dimasukan ke dalam sebuah program (software) yang di desain untuk meng-ilustrasikan sebaran audio pada area tertentu. Hal ini umumnya digunakan pada saat mendesain instalasi sound system sebagai acuan untuk melihat seberapa efektif dan konsisten sebuah dan/ seperangkat loudspeaker meng-cover sebuah area dengan sebaran suaranya.

Decibel - Audio

EASE Focus. Source : AFMG, Germany

Sebagian besar produsen loudspeaker seperti d&b NoizCalc, L-Acoustics Soundvision, Meyer Sound MAPP, menawarkan software yang sengaja di desain untuk digunakan pada produk yang mereka jual. Atau software indipenden seperti Smaart atau EASE platform. Walaupun begitu, software ini hanya menyajikan sebuah gambaran dari tipikal besaran suara (SPL) dan sebaran (dispersion) pada area tertentu tanpa terlalu mengukur bagaimana suara itu dipantulkan dan/ di serap oleh permukaan yang ada.

Semoga bermanfaat ...
8 Mitos Tentang Headphone Yang Perlu Diketahui

8 Mitos Tentang Headphone Yang Perlu Diketahui

Saat teknologi melengkapi bahkan membentuk gaya hidup, headphone pun menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dan menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat millenial.

 

lifestyle Headphone

Amber Marie Barker with Audio Technica ATH-SR5 Headphone. Source : ambermariebarker.com

Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup—lifestyle dalam beberapa tahun belakangan mendongkrak popularitas headphone ke arah yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.  Hal ini juga yang mendorong semakin banyak perusahaan terjun ke pasar ini.  Baik yang udah eksis sampai perusahaan yang bner – bner baru.

Semakin kesini jumlah dan jenis headphone makin gak karuan dan efeknya mitos – mitos tentang headphone datang tanpa diketahui yang mana kebenerannya, sehingga menggoyahkan keteguhan iman jiwa – jiwa yang rapuh. 👼

Konsumen semakin dibuat bingung dengan segala macem retorika pemasaran, dengan tujuan agar konsumen gak segan – segan keluar duit lebih banyak, bahkan juga sering lebih sedikit (murah-an) dibandingkan yang seharusnya, tanpa tau kualitasnya, namun pada akhirnya lebih sering dikecewakan.

Sebenarnya tanpa dipengaruhi jumlah propaganda pemasaran yang massif pun, banyak mitos timbul ketika kaitannya dengan banyaknya aspek soal headphone.

Berikut 8 Mitos Tentang Headphone Yang perlu diketahui :

  1. Headphone Bermerek Pasti Lebih Bagus

“Kata siapa?” Gak mesti selalu dan di pukul rata kok. Jangan mentang – mentang bermerk trus bisa dibilang pasti semuanya bagus.  Tapi yang pasti brand ternama punya anggaran lebih banyak untuk pemasaran sehingga penetrasi pasar yang merajalela.

Sebagai contoh lebih banyak headphone yang lebih bagus bila dibanding Beats yang sangat mempesona.  Bagi yang bukan pecinta audiophile, jarang yang tau ada perusahaan yang bikin headphone gokil kaya HIFIMAN, STAX, AUDEZE, dan lainnya.

Hi Fi Headphone

Audeze LCD-3. Source : Audeze

  1. Headphone Lebih Mahal Pasti Lebih Bagus Dan Lebih Tahan Lama

Ada harga ada rupa. Idiom beken ini kemungkinan gak berlaku mentah – mentah juga. Bisa dibilang korelasinya gak banyak juga. Kata “pasti” dan “selalu” kedengaran terlalu absolut. Yang lebih mahal pasti lebih bagus, “biasanya” iya, tapi gak selalu juga.

Banyak yang headphone murah tapi punya material gak murahan dan sebaliknya ada headphone mahal, tapi di liatnya aja bikin ngilu, rapuh, lemah kaya abis di putusin pacar. Literally banyak juga kok headphone which is punya design boring gak update, and cheaper, but sound amazing dibanding sama well designed expensive headphone (anak jaksel). 😀

Selain itu, seperti dijelaskan di bahasan Apakah Anda Rela Kehilangan Uang Demi Kualitas Suara Yang Bias?, selera pribadi dan faktor psikologis—subyektifitas, menjadi salah satu alasan bahwa gak semua headphone ber-merk dan lebih mahal pasti bakal cocok dengan semua orang.

  1. Semua Headphone Pasti Terdengar Sama

Idealnya iya. Klo kita hidup di alam utopia dimana tiap produsen headphone memakai tolok ukur yang sama soal akurasi suara. Kenyataannya gak sama sekali. Beda antara headphone yang satu dengan yang lain oleh orang awam sekalipun pasti terdengar jelas. Dalam beberapa jenis headphone memang ada yang susah dibedain, tapi itu langka banget bakal kejadian. Bahkan di headphone murah pun, perbedaannya cukup banyak.

  1. Tiap Bentuk Dan Design Headphone Pasti Pas Di Semua Orang

Pastinya gak juga. Kuping tiap orang bisa dibilang kaya sidik jari yang pastinya jadi beda satu sama lain. Dan yang utama klo ukurannya gak pas, apalgi in-ear headphone, walaupun headphone yang bener – bener bagus dan mahal, jadi percuma karena bakal gak kedengaran maksimal.

8 Mitos Tentang Headphone Yang Perlu Diketahui

Struktur Telinga. Source : visualdictionaryonline.com

 

  1. Semua Headphone Punya Volume Yang Sama

Walaupun kedengerannya gak jadi masalah, tapi yang perlu di ketahui klo ada beberapa headphone yang nyaman didengerin saat volume pada player cuma 50% tapi ada yang baru enak pas volume udh hampir mentok. Hal ini dipengaruhi faktor efisiensi sebuah headphone.

  1. Yang Namanya Noise-Cancelling Headphone Bikin Semua Suara Diluar Lenyap Seketika

Sedihnya, gak juga tuhh. Mengurangi sebagian besar frekuensi rendah dan suara bising kaya suara derungan mesin, angin dan jalanan memang bner. Tapi gak ngaruh buat frekuensi tinggi seperti suara bocah  jerit, bayi nangis atau suara pembicaraan orang sekitar.

noise cancelling headphone

Noise Cancelling Headphone Work. Source : afd-techtalk.com

  1. Semua Noise-Cancelling Headphone Sama

Pastinya gak lagi. Gak cuma karena iklannya banyak, designnya kliatan bagus apalagi harganya mahal jadi bikin noise cancelling-nya sempurna paripurna. Kebanyakan malah gak karuan.

Dalam hal ini produk ternama seperti Bose jadi salah satu yang terbaik karena inovasi dan paten teknologi noise cancelling-nya yang makin canggih. Atau Sony yang punya chip khusus noise cancelling.

sony headphone

Sony Noise Cancelling Chip. Source : Sony

  1. Noise-Cancelling Dan Noise Isolating Headphone Fungsinya Sama

Dengan jelas saya katakan, “Tidak.” Sederhananya, noise cancelling headphone kerjanya khusus frekuensi rendah dan konsisten kaya suara mesin pesawat, deru angin, jalanan macet. Sedangkan noise isolating headphone bekerja ideal (mengurangi) frekuensi mid dan high. Jadi agan/aganwati jangan sampai salah pilih.

Semoga bermanfaat.

sony wh-1000X M3

Ini Hal Yang Perlu Anda Tahu Mengenai Update Teknologi Wireless Headphone

Perkembangan wirelees headphone saat ini di dorong dengan semakin berkembangnya gaya hidup yang menuntut produsen headphone memberikan inovasi yang menunjang era milenial saat ini.

 

Pada perhelatan IFA Berlin tahun ini (2018), produsen headphone melakukan perubahan cukup radikal yang menjadikan pasar wireless audio semakin sexy. Dilengkapi dengan USB-C, voice assisstants, dan daya tahan baterai lebih tahan lama, wireless headphone 2018  membuat headphone 2017 layaknya headphone ketinggalan jaman. Berikut updatenya :

 

USB-C

wireless headphone

Saat ini semua wireless headphone dan earphones yang dipamerkan pada perhelatan IFA Berlin 2018 sudah dilengkapi dengan port charging USB-C. Contoh paling anyar wireless headphone Sony 1000X M3, yang pastinya akan membuat pemilik generasi wireless headphone Sony 1000X sebelumnya menyesal. Selain Sony dengan teknologi USB-C, merk lainnya seperti Sennheiser tipe Momentum True Wireless earbuds dan headphone Bayerdynamic tipe  Lagoon juga sudah menggunakan USB-C. Sedangkan Audio Technica masih tetap menggunakan MicroUSB, yang cepet atau lambat akan menjadikan USB-C sebagai standart seperti produk lainnya.

 

Voice Assistant

Bose QC35 IIs pioneer update fitur asisten pribadi dengan membuat tombol khusus untuk mengaktifkannya. Sony 1000X, Sennheiser Momentum True Wireless dan Bayerdynamic Lagoon sekarang sudah dilengkapi voice assistant dari Siri dan Google (Google assistant). Ketiga tipe wireless headphone ini bisa dikatakan sebagai kiblat teknologi headphone masa depan. Karena mampu menjawab perkembangan teknologi.

 

Sony wh1000xm3

sony wh-1000xme with google assistant. source : sony.com

Saat ini wireless headphone secara sederhana mampu terkoneksi dengan smartphone. Tapi ke depannya akan lebih banyak perusahaan yang akan mencoba menjadikan wireless headphone semakin terintegrasi sebagaimana jam tangan berevolusi menjadi lebih pintar—smartwatch. Hal ini semakin membuktikan bagaimana integrasi industri audio visual dan teknologi informasi saling memberikan peranan dalam menjawab tantangan jaman.

 

Long life The Battery

Sony 1000x menjamin 30 jam umur baterai itupun dengan fitur noise cancelling selalu aktif, sedangkan Beyerdynamic Lagoon mampu bertahan seharian—24 jam dengan mode yang sama. Tanpa mode noise cancelling (off), Bayerdynamic Lagoon sanggup bertahan selama 46 jam. Sedangkan dengan mode noise cancelling (off), Sony 1000X mungkin bisa dibilang tidak akan kehabisan daya.

sony headphone

sony noise cancelling chip. source : sony.com

Selain itu teknologi noise cancelling pada wireless headphone Sony semakin canggih sehingga jauh lebih efektif. Bicara umur baterai Sennheiser Momentum True Wireless yang ‘cuma’ 12 jam bila dibandingkan Sony dan Beyerdynamic pastinya terasa sangat singkat. Tapi bila dibandingkan dengan design dan kenyamanan, Sennheiser sepertinya lebih unggul.  Simple namun canggih. Plus untuk sekelas Sennheiser pastinya kualitas suara yang dihasilkan  sudah tidak perlu diragukan seperti hal nya dengan Sony atau Beyerdynamic. Sehingga sangat nyaman bila selama 12 jam mendengarkan musik dengan kualitas audio yang bermutu dan memberikan pengalaman terbaik bila dibandingkan mendengarkan musik cukup lama bahkan sampai berpuluh  – puluh jam namun tidak memberikan kenyamanan.

 

Desain Berkelas

Beberapa tahun lalu melihat bentuk dan desain dari jenis – jenis headphone tidak mengalami perubahan signifikan. Masih dengan cangkang lebar, kaku, tidak pas di telinga, dan terdengar seperti semua dipaksakan, terutama bass yang over dan treble yang tipis.

Headphone saat ini semua semakin berlomba – lomba agar semakin terlihat stylish dan modis karena sebagai lifestyle. Headphone seperti Beyerdynamic contoh paling shahih bagaimana desain headphone dibawa ke tingkatan baru. Dengan lampu LED di dalam cangkang headphone yang mengindikasikan status aktif. Tidak  ada lagi notifikasi biru LED yang kedap – kedip yang pastinya sering mengganggu.

beyerdynamic lagoon

Beyerdynamic lagoon. source : Beyerdynamic Europe

Ketika kota semakin berkembang, di dukung dengan sarana transportasi yang semakin terintegrasi, akan semakin lebih banyak orang menggunakan sarana transportasi massal hingga perkembangan live streaming (podcasting, vlogging), mendorong teknologi headphone berpacu dengan tuntutan jaman dengan cara yang kita harapkan dari industry teknologi yaitu dengan memberikan inovasi dan kualitas terbaik.

Semoga bermanfaat …

audio visual presentation

Tips Audio Visual Yang Perlu Dipertimbangkan Agar Presentasi Efektif

Presentasi saat ini sudah sangat berubah bila dibandingkan dengan beberapa dekade lalu ketika perkembangan teknologi dan kebutuhan penyampaian informasi melalui media tradisional masih sangat terbatas.

Kini teknologi semakin cepat diserap dan kita semakin  beradaptasi dalam berbagai macam bentuk media. Mulai dari tujuan menampilkan content yang lebih menarik, hingga untuk menjangkau lebih banyak audiens.

Mulai dari kebutuhan e-learning dunia pendidikan, video conferencing dalam bisnis, hingga hosting webinar, PodCast atau YouTube Live, semua terhubung dengan virtual audiens.

Tips audio visual Presentation

Streaming media presentation

Dengan teknologi streaming yang semakin berkembang, presentasi semakin mudah dan murah. Berikut ini beberapa tips audio visual yang perlu dipertimbangkan agar presentasi efektif.

 

KUALITAS SUARA

Dalam penyampaian sebuah pesan yang paling utama adalah agar pesan mampu diterima dengan baik. Kualitas suara yang buruk akan sangat mengganggu audiens dan mengakibatkan menurunnya minat audiens dalam mengikuti materi yang disampaikan. Oleh karena itu, kualitas perangkat audio systems yang tepat dalam live streaming mutlak diperlukan.

Tips audio visual Presentations

Mulai penggunaan tipe mic yang sudah built-in di kamera atau desktop USB mic seperti Senheisser MK4 Digital, Audio Technica AT 2020 USB atau Blue Yeti, hingga penggunaan shotgun mic dan/ boom mic seperti Audio Technica BP4029, Rode VideoMic Pro atau Sennheiser MKE 400.

Selain penggunaan mic yang tepat, untuk menghasilkan kualitas suara yang baik dalam live streaming juga diperlukan perangkat lain seperti preamps to mics, mixers, audio interfaces, compressors dan aksesories lainnya.

 

PENCAHAYAAN

Dari mata turun ke hati, mungkin ungkapan paling sederhana untuk tips ini. Karena pencahayaan—lighting sangat penting dalam pengambilan gambar. Walaupun ruang yang digunakan dalam live streaming memiliki pencahayaan  alami—sinar matahari, akan lebih baik invest beberapa perangkat lighting.

Tips audio visual presentation

Kombinasi beberapa LED panel dimmable atau softbox lighting set akan sangat membantu menghasilkan pencahayaan yang pas yang pastinya membuat live streaming lebih menarik.

 

BANDWIDTH INTERNET

Bandwidth internet jangan sampai terabaikan, karena sangat krusial dalam penyampaian materi. Bandwidth internet menentukan seberapa banyak dan cepat data yang bisa ditransmisikan. Jaringan internet yang lemot dan gambar patah – patah akan membuat frustasi audiens virtual.

tips audio visual presentation

Pastikan bandwidth internet yang paling sesuai dengan kebutuhan dan melakukan test berulang sebelum live streaming atau videoconferencing.

 

TIPE KAMERA

Tips audio visual Dengan banyaknya pilihan kamera, untuk menentukan jenis dan berapa banyak kamera yang dibutuhkan, sangat tergantung mulai dari budget, selera pribadi, hingga berapa banyak sesi yang direncanakan dalam  live streaming atau event anda. Streaming paling sedikit membutuhkan satu fixed kamera.

Tentunya lebih dari satu kamera akan sangat membantu menghasilkan beberapa angle yang berbeda dalam pengambilan gambar, sehingga gambar yang dihasilkan lebih catchy.

Pada umumnya ada tiga pilihan dasar kamera, yaitu : Pertama Video Camcorder seperti Canon C100 Mark IIatau Canon G20.  Kedua DSLR kamera yang support live HDMI audio—video output seperti Sony a7S II atau Sony AX Series. Ketiga penggunaan Webcam seperti Logitech C920 atau bahkan menggunakan  Smartphone yang saat ini kualitas kedua kameranya—depan dan belakang semakin mumpuni.

Tips audio visual presentation

Kualitas kamera pasti berbanding lurus dengan hasilnya.  Yang perlu diingat bahwa lensa kamera merupakan kepanjangan mata virtual audiens yang menghidupkan moment saat live streaming.

 

 

 

MOBILE FRIENDLY

Perangkat mobile seperti smartphone dan tablet saat ini semakin tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan. Karena itu memiliki kualitas streaming yang mampu menyesuaikan (scalable streaming) dalam format  atau ecosystem smartphone dan tablet. Baik itu iOS maupun Android, akan memberikan pengaruh sangat besar. Karena remote audiens bisa tune– in dimana pun mereka berada. Dan pada akhirnya semakin banyak yang melihat karena tidak tergantung  pada perangkat yang mereka gunakan.

 

VIRTUAL AUDIENS

Membuat audiens selalu merasa terlibat sangatlah penting. Melihat kamera pada saat live streaming, sebagaimana pembicara melihat audiens pada saat seminar langsung, perlu di ingat dan dilakukan agar terbangung ikatan bahwa mereka bagian dari event.

 

Pastinya masih banyak hal lainnya yang menunjang sebuah presentasi—live  streaming berjalan sesuai harapan. Yang utama adalah memulai dari yang paling simpledan tetap fokus. Perbedaannya tidak terlihat hanya dalam waktu semalaman. Audiens pasti dapat menghargai. Pada akhirnya Anda akan menemukan sweet setup terbaik sesuai kebutuhan.

Saya harap sedikit tips ini dapat membantu mencapai tujuan anda memberikan presentasi terbaik. Happy streaming!