Free songs
  • RSS feed
  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
 
Author Archives:

adminaudiopro

audio visual presentation

Tips Audio Visual Yang Perlu Dipertimbangkan Agar Presentasi Efektif

Presentasi saat ini sudah sangat berubah bila dibandingkan dengan beberapa dekade lalu ketika perkembangan teknologi dan kebutuhan penyampaian informasi melalui media tradisional masih sangat terbatas.

 

Kini teknologi semakin cepat diserap dan kita semakin  beradaptasi dalam berbagai macam bentuk media. Mulai dari tujuan menampilkan content yang lebih menarik, hingga untuk menjangkau lebih banyak audiens.

Mulai dari kebutuhan e-learning dun pendidikan, videoconferencing dalam bisnis, hingga hosting webinar, PodCast atau YouTube Live, semua terhubung dengan virtual audiens.

Streaming media presentation

Dengan teknologi streaming yang semakin berkembang, presentasi semakin mudah dan murah. Berikut ini beberapa tips audio visual yang perlu dipertimbangkan agar presentasi efektif.

 

KUALITAS SUARA

Dalam penyampaian sebuah pesan yang paling utama adalah agar pesan mampu diterima dengan baik. Kualitas suara yang buruk akan sangat mengganggu audiens dan mengakibatkan menurunnya minat audiens dalam mengikuti materi yang disampaikan. Oleh karena itu, kualitas perangkat audio systems yang tepat dalam live streaming mutlak diperlukan.

streaming

Mulai penggunaan tipe mic yang sudah built-in di kamera atau desktop USB mic seperti Senheisser MK4 Digital, Audio Technica AT 2020 USB atau Blue Yeti, hingga penggunaan shotgun mic dan/ boom mic seperti Audio Technica BP4029, Rode VideoMic Pro atau Sennheiser MKE 400.

Selain penggunaan mic yang tepat, untuk menghasilkan kualitas suara yang baik dalam live streaming juga diperlukan perangkat lain seperti preamps to mics, mixers, audio interfaces, compressors dan aksesories lainnya.

 

PENCAHAYAAN

Dari mata turun ke hati, mungkin ungkapan paling sederhana untuk tips ini. Karena pencahayaan—lighting sangat penting dalam pengambilan gambar. Walaupun ruang yang digunakan dalam live streaming memiliki pencahayaan  alami—sinar matahari, akan lebih baik invest beberapa perangkat lighting.

audio visual presentation

Kombinasi beberapa LED panel dimmable atau softbox lighting set akan sangat membantu menghasilkan pencahayaan yang pas yang pastinya membuat live streaming lebih menarik.

 

BANDWIDTH INTERNET

Bandwidth internet jangan sampai terabaikan, karena sangat krusial dalam penyampaian materi. Bandwidth internet menentukan seberapa banyak dan cepat data yang bisa ditransmisikan. Jaringan internet yang lemot dan gambar patah – patah akan membuat frustasi audiens virtual.

audio visual presentation

Pastikan bandwidth internet yang paling sesuai dengan kebutuhan dan melakukan test berulang sebelum live streaming atau videoconferencing.

 

TIPE KAMERA

Dengan banyaknya pilihan kamera, untuk menentukan jenis dan berapa banyak kamera yang dibutuhkan, sangat tergantung mulai dari budget, selera pribadi, hingga berapa banyak sesi yang direncanakan dalam  live streaming atau event anda. Streaming paling sedikit membutuhkan satu fixed kamera.

Tentunya lebih dari satu kamera akan sangat membantu menghasilkan beberapa angle yang berbeda dalam pengambilan gambar, sehingga gambar yang dihasilkan lebih catchy.

Pada umumnya ada tiga pilihan dasar kamera, yaitu : Pertama Video Camcorder seperti Canon C100 Mark IIatau Canon G20.  Kedua DSLR kamera yang support live HDMI audio—video output seperti Sony a7S II atau Sony AX Series. Ketiga penggunaan Webcam seperti Logitech C920 atau bahkan menggunakan  Smartphone yang saat ini kualitas kedua kameranya—depan dan belakang semakin mumpuni.

audio visual presentation

Kualitas kamera pasti berbanding lurus dengan hasilnya.  Yang perlu diingat bahwa lensa kamera merupakan kepanjangan mata virtual audiens yang menghidupkan moment saat live streaming.

 

 

 

MOBILE FRIENDLY

Perangkat mobile seperti smartphone dan tablet saat ini semakin tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan. Karena itu memiliki kualitas streaming yang mampu menyesuaikan (scalable streaming) dalam format  atau ecosystem smartphone dan tablet. Baik itu iOS maupun Android, akan memberikan pengaruh sangat besar. Karena remote audiens bisa tune– in dimana pun mereka berada. Dan pada akhirnya semakin banyak yang melihat karena tidak tergantung  pada perangkat yang mereka gunakan.

 

VIRTUAL AUDIENS

Membuat audiens selalu merasa terlibat sangatlah penting. Melihat kamera pada saat live streaming, sebagaimana pembicara melihat audiens pada saat seminar langsung, perlu di ingat dan dilakukan agar terbangung ikatan bahwa mereka bagian dari event.

 

Pastinya masih banyak hal lainnya yang menunjang sebuah presentasi—live  streaming berjalan sesuai harapan. Yang utama adalah memulai dari yang paling simpledan tetap fokus. Perbedaannya tidak terlihat hanya dalam waktu semalaman. Audiens pasti dapat menghargai. Pada akhirnya Anda akan menemukan sweet setup terbaik sesuai kebutuhan.

Saya harap sedikit tips ini dapat membantu mencapai tujuan anda memberikan presentasi terbaik. Happy streaming!

 

Integrasi audio visual dan teknologi informasi

Integrasi Audio Visual Dan Teknologi Informasi

Peranan teknologi informasi dalam merubah landscape industri A/V

Perkembangan industry A/V (Audio Visual) saat ini tidak dapat dipungkiri semakin IT-sentris. Integrasi audio visual dan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi industri A/V dalam menawarkan solusi terbaik bagi customer.

Efisiensi biaya segalanya bagi customer, dan perkembangan teknologi informasi ikut mendorong industri Audio Visual memberikan solusi yang selalu dapat menyesuaikan kebutuhan customer tanpa harus menambah infrastruktur, peralatan, juga tanpa harus ribet mengatur segala sesuatunya secara terpisah. Dengan solusi Audio Visual system yang terpusat, kebutuhan customer yang senantiasa berubah dapat disesuaikan dengan lebih fleksibel (scalable systems).

Pada awal perkembangannya, ada rasa khawatir dan ketidaknyamanan bahwa teknologi informasi dalam Audio Visual system memberikan kerumitan baru bagi end users dalam proses operasional dan perawatan. Namun, semua itu semakin memudar. Perubahan ini karena teknologi informasi memainkan peranan yang sangat besar dalam kehidupan kita saat ini. Mulai dari wireless headphonemusic streaming hingga komunikasi melalui perantara aplikasi (via app-based interface). Penerimaan ini merefleksikan bagaimana industri IT terus bergerak dan membawa industry Audio Visual mengikuti jejaknya.

 

Audio Visual

Crestron Automation AV Solution

 

Kita sudah melihat perkembangan teknologi informasi yang semakin massive terutama perkembangan Big Data dan Internet of Things (IoT), dimana perangkat, orang dan informasi / data terhubung satu sama lain dan meningkatkan efisiensi, akurasi, user experience dan yang paling penting, ekonomis—economic  result. Dan bicara Big Data dan IoT, perkembangan cloud systems punya pengaruh cukup besar pada perkembangan industri Audio Visual.

 

Audio Visual

Big Data dan IoT

 

Industri Audio Visual mulai berkembang menjadi cloud hosting. Digital signage salah satu contoh paling ideal bagi cloud hosted A/V, karena penggunaan dan kebutuhan integrasi Audio Visual system yang sama namun pada lokasi yang berbeda – beda. Mulai dari gedung perkantoran hingga Airport merupakan contoh integrasi audio visual digital signage paling ideal menggunakan cloud systems.

audio visual

Digital Signage Diagram

 

Walaupun popularitas perkembangan teknologi IT kaitannya dengan cloud systems dalam A/V industri dimulai melalui digital signage, integrasi Audio Visual yang lain akan menyusul dengan cepat.

Jenis Headphone

Jenis Headphone | Bagaimana Memilih Yang Paling Tepat Sesuai Kebutuhan

Bagaimana memilih jenis headphone yang paling pas?

Jika ditanya ada bagaimana memilihnya, kita harus tahu berapa jenis headphone, apa perbedaan satu dengan yang lainnya dan mana yang terbaik.

Tentunya perlu penjelasan yang detail mengenai itu semua. Namun di sini hanya akan dijelaskan gambaran umum mengenai headphone dan mana yang sesuai untuk pemakaian sehari-hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Jenis – jenis Headphone

1. Earbuds Headphone

Jenis headphone ini paling umum dikenal sejak era Sony Walkman dan semakin popular ketika Iphone di rilis pertama kali.

 

jenis headphone

Earphone-Earbud-headphone

 

Earbuds ini sangat murah, kecil dan dengan kualitas suara cukup lumayan sesuai dengan harganya. Namun untuk kalangan audio enthusiast tentunya tidak disarankan karena beberapa alasan seperti suara / noise di luar yang masih terdengar ketika memakainya, tidak nyaman saat digunakan dan desain yang seadanya.

 

2. In-Ear Headphone

Headphone jenis ini biasanya disertakan oleh produsen smartphone beserta aksesories lain dalam kemasannya. Ringan sekitar 1-1.6 ons termasuk kabelnya.

Untuk sebagian besar consumer yang belum mendengar dan merasakan kualitas dari jenis headphone hi-fi, In-Ear Headphone ini cukup digemari.

Karena headphone jenis ini cukup nyaman digunakan dan lumayan mencegah suara dari luar seperti kicauan burung, derap langkah kaki, suara knaplot kendaraan bermotor, dan lainnya.

In-ear headphone biasanya dilengkapi dengan beberapa ukuran busa silikon baik ukuran small, medium dan large. Yang bisa disesuaikan mana yang paling pas buat kita.

 

Jenis Headphone

In-Ear Headphone

 

Jenis Headphone

In-Ear Headphone berfungsi sebagai penghalang masuknya suara dari luar (warna merah)

 

3. On-Ear Headphone

Headphone ini pas menutupi lubang telinga (ear canals), bukan menutupi keseluruhan telinga.

Biasanya dengan desain tertutup (closed back) dan dapat digunakan baik indoor maupun outdoor karena desainnya yang ringan / portable, beberapa bahkan dapat dilipat dan pastinya cukup nyaman ketika digunakan.

Untuk kualitas suara masih tidak sepenuhnya mencegah suara dari luar telinga masuk.

Dan biasanya terasa panas dan bahkan menyebabkan iritasi pada telinga bila digunakan terlalu lama.

 

Jenis Headphone

Bose On-Ear Headphone

 

4. Over-the-Ear Headphone

Headphone ini terlihat sangat besar bila dibandingkan jenis headphone yang lain. Hal ini karena desainnya yang menutupi seluruh bagian telinga.

Oleh karena itu biasanya digunakan untuk kegiatan indoor seperti di rumah, kantor, atau studio.

Kelebihan dari headphone jenis ini pastinya isolasi suara yang maksimal, kualitas suara yang mumpuni, bahkan mampu memberikan efek surround sound dan desainnya cukup kuat.

Sedangkan untuk kekurangannya harganya yang cukup mahal, desain yang besar sehingga hanya tidak portable karenanya hanya cocok digunakan dalam ruangan.

Over-the-Ear Headphone dibedakan menjadi dua jenis lagi yaitu :

  • Closed Back Headphone
  • Open Back Headphones

 

Closed Back Over-Ear Headphone

headphone ini paling popular karena kualitas suara yang dihasilkan dan banyak variasi baik dari segi desain juga harga apabila dibandingkan jenis Open Back over-Ear headphone.

Jenis ini dapat mencegah suara luar masuk—ambient noise isolation—dan pada saat yang sama menghindari kebocoran dari suara yang kita dengar.

Namun karena desainnya yang tertutup mengakibatkan mencegah aliran udara keluar-masuk ke dalam telinga yang agak menyebabkan telinga terasa berkeringat setelah penggunaan yang lama.

 

Jenis headphone

Over-Ear Headphone ATH-M50x

 

Open Back Over-Ear Headphone

Perbedaan paling mencolok dengan Closed Back Over-Ear Headphone yaitu desain pada bagian luar cangkangnya yang terbuka seperti grill jadi terlihat bagian dalam headphone.

Desain ini menyebabkan ambient noise dari luar dapat masuk ke dalam cangkang headphone.

Aliran udara yang bebas bergerak seakan menciptakan suara yang terdengar lebih hidup dan respon bass yang cukup baik.

Karena untuk menghasilkan kualitas bass yang solid headphone membutuhkan aliran udara dari luar.

Oleh karena ini semua headphone mempunyai semacam perforasi pada bagian dalam / belakang agar udara dapat bergerak keluar masuk.

Open Back Over-Ear biasanya digunakan di ruangan studio karena memiliki akustik ruangan yang cukup baik.

 

Jenis Headphone

Open Back Over-Ear Headphone – Sennheiser HD800 A3

 

5. In-Ear-Canal Headphone

Headphone ini digunakan masuk sampai bagian tengah / dalam lubang telinga. Suara yang terdengar dari headphone jenis ini langsung dekat dengan gendang telinga dan mengakibatkan keringat berlebihan.

 

Jenis Headphone

Struktur telinga

 

Jenis Headphone

etymotic mc3

 

Namun Kualitas bass—bass response—sangat bagus. Dan noise isolation juga sangat baik karena desainnya yang menyesuaikan lubang telinga hingga ke bagian dalam dekat gendang telinga.

Namun untuk beberapa orang headphone jenis ini terasa kurang nyaman digunakan dan tidak dapat digunakan terlalu lama. Dan harganya yang cukup mahal sesuai dengan kualitas suara yang dihasilkan.

 

6. Wireless Headphone

Wireless headphone menghubungkan berbagai perangkat seperti smartphone, stereo speaker, televisi, gaming console, computer dan beberapa perangkat electronic lainnya tanpa menggunakan kabel.

Teknologi ini bekerja dengan mengirimkan sinyal audio baik melalui sinyal radio frekuensi (RF) atau Infrared Frekuensi (IR). Tergantung jenis headphonenya.

Kedua teknologi wireless ini sama-sama bekerja melalui transmitter dan receiver system.

Wireless transmitter menghubungkan headphone ke perangkat yang merupakan audio source (smartphone, tv, etc), sedangkan receiver merupakan headphone itu sendiri (built in).

 

Jenis Headphone

Sony MDR ZX770BN

 

Banyak perangkat yang telah menggunakan teknologi Bluetooth menghubungkan keduanya bahkan beberapa perangkat sekaligus lebih mudah (user friendly).

Perangkat dengan teknologi Bluetooth bisa terhubung—mengirim dan menerima data—dengan jarak yang sangat dekat menggunakan transmisi radio.

Perangkat dengan teknologi Bluetooth memiliki semacam chip computer kecil yang didalamnya terdapat Bluetooth radio, dan software yang membuat konektivitas antar perangkat memungkinkan.

Jadi ketika perangkat seperti smartphone dengan headphone Bluetooth diaktifkan dan / dihubungkan (pairing) dengan jarak kedua perangkat yang cukup dekat, maka kita bisa berbicara atau mendengarkan musik tanpa kabel.

 

Jenis Headphone

Parameter

 

Menghubungkan jenis wireless headphone berbeda satu dengan yang lainnya tergantung perangkat apa yang digunakan.

Tapi begitu tahu caranya maka semuanya akan terasa lebih mudah.

audio engineer

Audio Engineer | Let’s Get Closer

[Based on wikipedia] An Audio Engineer, also called recording engineer, sound engineer, sound operator, sound technician, is a specialist in a skilled trade that deals with the use of machinery and equipment for the recording, mixing and reproduction of sounds.

The field draws on many artistic and vocational areas, including electronics, acoustics, psychoacoustics, and music.

An audio technician is proficient with different types of recording media, such as analog tape, digital multi-track recorders and workstations, and computer knowledge.

With the advent of the digital age, it is becoming more and more important for the audio technician to be versed in the understanding of software and hardware integration from synchronization to analog to digital transfers.

Audio engineering concerns the creative and practical aspects of sounds including speech and music, as well as the development of new audio technologies and advancing scientific understanding of audible sound.

Audio engineering in contrast with the formal engineering discipline known as acoustical engineering.

Producer, engineer, mixer Phil Ek has described audio engineering as the “technical aspect of recording—the placing of microphones, the turning of pre-amp knobs, the setting of levels.

The physical recording of any project is done by an engineer… the nuts and bolts.”

Many recording engineers also invented new technology, equipment and techniques, to enhance the process and art.

  1. ^ “Interview with Phil Ek”. HitQuarters. 25 May 2009. Retrieved Sep 3, 2010.
  2. ^ Daley, Dan, “The Engineers Who Changed Recording: Fathers Of Invention”, Sound on Sound magazine, October 2004

Audio engineers working in research and development may come from backgrounds such as acoustics, computer science, broadcast engineering, physics, acoustical engineering and electronics.

Audio engineering courses at university or college fall into two rough categories:

(1) training in the creative use of audio as a sound engineer, and

(2) training in science or engineering which then allows students to pursue a career developing audio technologies.

The second type of courses necessarily have the significant scientific and mathematical content needed to carry out research and development in audio engineering.

Audio engineers in research and development usually possess a bachelor’s degree or higher qualification in acoustics, physics, computer science or another engineering discipline.

They might work in acoustic consultancy, specializing in architectural acoustics.

Alternatively they might work in audio companies (e.g. headphone manufacturer), or other industries which need audio expertise (e.g. automobile manufacturer), or carry out research in a university.

Some positions, such as faculty (academic staff) require a Doctor of Philosophy.

In Germany a Toningenieur is an audio engineer who designs, builds and repairs audio systems.

 

wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Audio_engineer

How Loudspeakers Work!?

Loudspeaker having a variety of shapes and sizes, allowing you to listen to music during a concert, or listen to sermons and religious ceremonies, listening to earphones / headphones on your iPod, enjoy a movie or hear a friend’s voice over the phone, etc.

To convert electrical signals into audible sound, loudspeaker contains an electromagnet: a metal coil creates a magnetic field when an electric current flows through it.

Loudspeaker Diagram, coil and magnetic

Loudspeaker Diagram, coil and magnetic

 

Loudspeaker parts :
1 . Cone
2 . Electromagnet ( coil )
3 . permanent magnet

 

 

 

 

 

On the loudspeaker, the electromagnet is placed in front of a permanent magnet. Permanent magnets will remain in the position-not moving while the electromagnet mobile. Since the electric current through the electromagnet coil, the magnetic field direction will change and there will be vibration due to tensile departure from the permanent magnet.

Electromagnet connected with Cone made ​​from flexible material that will reinforce this vibration, pumping sound waves into the surrounding air, and can be heard in your ear .

To reproduce all the different frequencies of sound, the best quality loudspeaker cones usually use different sizes depending on the frequency of high, medium or low .

Microphone uses the same mechanism with Loudspeaker in inverted condition to convert sound into electrical signals. In FACT, you can use a pair of headphones as a microphone ! ‘ve Ever tried ? ?

www.suaraproaudio.com
——————————————-

Audio Technica ATW 2120a

 2000 Series Frequency-agile True Diversity UHF Wireless Systems

audio-technica-logo

Audio-Technica’ s second-generation 2000 Series is a 10-channel frequency-agile UHF wireless system designed to suit a variety of applications, including MI/ live performance, fixed installation, public address, A/ V rental houses and places of worship. It offers all the advantages of a high-quality, professional wireless system at an extremely affordable price. New professional features include two available frequency bands and switchable antenna power. Also new to the 2000 Series, the optional ATW-CHG2 two-bay recharging station provides power to recharge NiMH batteries in two ATW-T220a handheld transmitters and/ or ATW-T210a UniPak® transmitters in any combination.

Read more +

Audio Technica AE4100

Cardioid Dynamic Handheld Microphone

 

Audio-Technica’ s high-performance AE4100 cardioid dynamic vocal microphone delivers aggressive sound that stays up-front in the mix. Optimized for the stage, the microphone features superior anti-shock engineering for minimum handling noise.

Audio Technica AE4100

Its rugged construction is engineered to stand up to the rigors of touring. For ultimate protection against vocal plosives, the mic’ s hardened-steel outer grille is lined with fine steel mesh and a layer of open-cell foam. A foam disk positioned on top of the element assembly provides the final layer of “ pop” protection.

Read more +