Free songs
  • RSS feed
  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
 

to share

if ( function_exists( 'yoast_breadcrumb' ) ) { yoast_breadcrumb(); }

Audio Setup

4 Tips Sederhana Menghasilkan Kualitas Audio Yang Optimal Untuk Live Streaming

Banyak pertanyaan mengemuka saat kita berbicara apa dan bagaimana mempersiapkan (setup) audio yang optimal  untuk  live streaming ( vlogging, podcasting, webinar, etc ). Ketika membahas audio secara umum maka pilihannya tidak terbatas, dan artikel kali ini akan lebih berfokus kepada aspek audio, yaitu pemilihan dan penggunaan Microphone dan pendukungnya yang tepat pada saat live streaming.

Secara umum ada beberapa tips yang perlu dipertimbangkan agar presentasi efektif seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Namun kali ini hanya akan di bahas 4 tips sederhana menghasilkan kualitas audio yang optimal untuk live streaming tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

 

 

REKOMENDASI PERALATAN

Integrasi audio visual dan teknologi informasi  saat ini memberikan kemudahan  bagi kita dalam menentukan peralatan audio apa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan isi kantong kita. Namun di saat yang sama justru mendatangkan godaan bila kita tidak menetapkan batasan yang pas. Mulai dari perangkat seperti preamps, mixer, audio interfaces, dsb pilihannya tidak terbatas. Tanpa pengetahuan dan batasan yang jelas, kita akan sangat dengan mudah menghabiskan ratusan ribu bahkan s/d puluhan juta Rupiah hanya untuk Microphone.

Jadi saran saya tetapkan batasan, pilih dan coba. Terlalu banyak pilihan biasanya malah membuat kehilangan fokus pada tujuan presentasi / streaming, yaitu pesan tersampaikan dengan jelas. Jadi tetapkan apa yang ideal menurut style juga budget Anda.

Rekomendasi setup microphone paling dasar yaitu memberikan suara yang jernih  dan ‘warm’ tanpa ada gangguan paling tidak se-minimum mungkin dari suara latar yang tidak diinginkan. Yang kedua mudah digunakan, dan terakhir tidak menguras biaya.

Berikut panduan dasar setup audio untuk streaming :

1 Microphone

A. Tipe Microphone

B. Pola Diaphgram

C. Tipe Konektor

2.  Audio Interfaces

3. Aksesories

4. Lingkungan

 

  1. MICROPHONE

A. Tipe Microphone

 Semua microphone merupakan transducers, merubah suara menjadi sinyal electric. Dan yang paling umum digunakan untuk vocal yaitu Condenser dan Dynamic Microphone.

• Microphone Condensor

 

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Menggunakan daya kapasitor untuk menangkap sumber suara. Sangat sensitive dan biasa digunakan dalam studio karena memberikan suara lebih ‘warmer’ pada saat hasil rekaman. Dan membutuhkan -/+48v phantom power untuk digunakan, yang biasa di supplai oleh audio interface atau mixer. Kelebihan ini sekaligus juga memberikan kekurangan apabila digunakan pada ruangan yang secara akustik tidak ideal karena akan menangkap setiap suara yang terjangkau.

 

• Microphone Dynamic

 

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Microphone dynamic kebalikan dari cara kerja loudspeaker , yaitu menggunakan induksi magnetic untuk menangkap suara. Microphone jenis ini lebih kuat namun kurang sensitive dibandingkan microphone condensor. Penggunaanya tidak memerlukan extra power supply dan harus cukup dekat antara sumber suara dengan microphone. Itu kenapa lebih sering digunakan dalam live performance.

Sederhananya, jika membutuhkan akurasi dan kejernihan suara, microphone condensor lebih cocok digunakan. Bila ditambah dengan kondisi akustik ruangan dan penggunaan juga perawatan yang tepat akan memberikan hasil terbaik. Namun bukan berarti tipe microphone dynamic ‘haram’ digunakan pada streaming. Selain lebih murah, penggunaan yang tepat microphone dynamic dengan audio interface dan/ mixer yang memadai juga mampu menghasilkan suara yang baik.

 

B. Pola Microphone

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Figure no. 1

 

Microphone menangkap suara dengan pola yang berbeda – beda sesuai dengan fungsinya. Untuk vokal paling ideal pola cardiod ( bentuk hati—figure no. 1). Menangkap suara sangat direksional, yaitu suara yang keluar dari mulut sekaligus menolak suara dari samping dan belakang diaphgram microphone.

 

C. Konektor Microphone

Pertanyaan paling sering dikemukakan mana lebih baik microphone yang menggunakan XLR atau USB konektor? Pada dasarnya Microphone dengan XLR konektor jauh lebih ideal karena selain menjadi standar industri rekaman profesional, juga memberikan kemudahan dalam setting / adjustment hasil audio pada audio interface / mixer secara langsung dibandingkan mengotak – atik pada software di computer.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

XLR Microphone

Microphone dengan USB konektor lebih tepat bila dikatakan sebagai kompromi produsen Microphone dengan pasar consumer, di mana penggunaanya tinggal Plug n Play pada PC atau laptop. Saat ini kualitas Microphone dengan konektor USB pun semakin meningkat. Microphone AT2020USB plus dan Blue Yeti contohnya.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

USB Mic

Microphone USB bisa di bilang saat ini sudah memiliki nyaris semua kemampuan Microphone XLR, plus ditambah onboard sirkuit, power, dsb yang bagi vlogger pemula akan lebih mudah dan murah. Namun, untuk rencana jangka panjang, yang bisa memberikan ruang yang luas untuk upgrade, kemudahan dalam pengaturan dan menghasilkan kualitas suara yang ideal, maka Microphone dengan konektor XLR jauh lebih efektif dan efisien. Tapi semuanya balik lagi sangat tergantung pada kebutuhan dan budget masing – masing.

 

  1. AUDIO INTERFACES

Pada dasarnya audio interface merupakan external sound card dengan beberapa kelebihan seperti :

• Phantom power (+/- 48V) yang dibutuhkan Microphone XLR Condensor

• Memudahkan proses setting dan adjustment audio

• Memiliki pre-ampifier sehingga signal yang didapatkan microphone ideal. Semakin berkualitas • preamps, semakin baik kualitas suara yang dihasilkan.

• Merubah signal analog dari microphone menjadi signal digital agar dapat di proses PC / laptop.

• Mengurangi gangguan (interference) dari sirkuit internal pada computer sehingga mencegah signal mengganggu (noise).

• Upgradeable

Audio interfaces simple seperti Focusrite Scarlet 2i2 atau Presonus AudioBox USB atau budget Mixer seperti Yamaha MG10XU, Behringer Xenyx 802, hingga Mackie PROFX8V2 perlu dipertimbangkan.

 

3. AKSESORIS

Berikut beberapa aksesoris penting yang perlu dipertimbangkan untuk digunakan dengan Mic :

• Mic Arm / Stand  : Membantu fleksibilitas mic

• Shock Mount : Isolasi untuk mencegah getaran / goncangan pada mic.

• Pop Filter : Dibutuhkan bila merekam dengan posisi Mic dekat dengan mulut dan membantu  mencegah ledakan suara yang muncul akibat dampak mekanik dari udara yang bergerak cepat ke mic. Selain itu me-minimalisir efek plosive sound, dan juga menjaga kelembapan microphone sehingga lebih awet.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

 

4. LINGKUNGAN

Salah satu faktor paling penting namun paling sering dilupakan, yaitu kondisi lingkungan sekitar sangat mempengaruhi kualitas audio. Perangkat audio biasa saja dengan ruangan yang secara akustik ideal akan menghasilkan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan perangkat High-End audio dengan akustik ruangan yang buruk.

4 tips sederhana menghasilkan audio yang optimal untuk live streaming

Sangat penting untuk testing & adjusting pada saat penggunaan microphone di sebuah ruangan. Coba berbagai posisi microphone yang paling ideal. Perhatikan suara sekitar seperti kipas pada laptop, AC hingga bunyi keyboard komputer. Gunakan peredam untuk mengurangi ‘echo’ dari suara yang memantul pada ruangan. Penggunaan carpet di lantai atau menggantung tirai dari bahan yang menyerap suara akan sangat membantu. Pointnya, banyak cara mudah dan murah untuk membuat ruang lebih acoustic-friendly.

 

KESIMPULAN

Menghasilkan kualitas audio yang baik tidak seharusnya menjadi beban tersendiri, terutama bila baru memulai vlogging, podcasting, webinar atau live streaming lainnya. Segala sesuatunya tidak langsung harus seperti studio profesional. Yang lebih penting audiens dapat memahami pesan yang ingin disampaikan dengan sedikit mungkin gangguan.

Hal yang perlu terus – menerus dilakukan yaitu mengetes level audio, membuat ruangan secara akustik se-ideal mungkin, dan setup microphone sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Karena microphone akan terdengar berbeda  antara orang yang satu dengan orang yang lain dan di antara ruangan yang berbeda – beda. Microphone hanya merupakan alat dan membutuhkan perangkat yang berbeda – beda untuk situasi yang berbeda pula. Itu kenapa sangat penting anda riset dan berusaha mencari microphone yang paling sesuai dengan karakter vokal, kebutuhan dan lingkungan sekitar.

Membeli perangkat audio merupakan investasi dan selayaknya sebuah investasi memerlukan riset dan pencarian yang tepat.  Dengan jumlah informasi yang tersedia di internet, tidak ada alasan bagi anda untuk tidak menggunakannya. Mengetahui apa yang paling pas bagi anda dan dengan sumber informasi yang tepat merupakan keahlian yang penting tidak hanya sebagai seorang vlogger, podcaster, dan profesi lainnya, tetapi juga dalam hidup ini 🙂

 

Semoga bermanfaat dan apabila ada saran dan rekomendasi produk lain, please let us know …

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *